LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Rozy Noval, meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh agar jeli menyeleksi para kandidat calon kepala daerah, khususnya yang menempuh jalur independen.

“Apabila tidak dilihat dengan jeli, nantinya  sangat sering terjadi pelanggaran. Kita tidak menuduh dan menuding yang menempuh jalur independen itu selalu melakukan pelanggaran, akan tetapi lebih baik kita mewaspadai sebelum terjadinya pelanggaran,” kata Rozy Noval kepada portalsatu.com, Jumat, 22 Januari 2016.

Selain itu, dia menilai usia kandidat juga dapat mempengaruhi kinerja untuk kepemimpinannya nanti. Pasalnya di saat memimpin nanti, usia terbilang uzur juga rentan sakit dan banyak efek lainnya. 

Dia juga meminta kepada kandidat untuk tidak melakukan praktik curang seperti membeli kartu identitas masyarakat atau KTP untuk dapat mencalonkan diri. “Karena syarat kandidat yang menempuh jalur independen harus mempunyai dukungan sekitar 150 ribu lembar KTP masyarakat dari jumlah DPT saat ini,” ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat Aceh juga tidak membutuhkan lagi calon pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji-janji politiknya, untuk memenangkan hati masyarakat pada saat kampanye. “Masyarakat Aceh hanya membutuhkan sosok pemimpin yang dapat mengerti keadaan Aceh saat ini dan dapat mensejahterakan masyarakat yang tingkat kemiskinannya sangat tinggi,” katanya.[](bna)