BANDA ACEH – Kolam pemandian Mata Ie terlihat mengering sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga akibat kemarau panjang yang melanda Aceh.
“Kolam mengering seperti ini baru kali ini terjadi. Itu pengakuan orang yang sudah lama tinggal di sini,” kata Rita, salah satu pedagang di kompleks pemandian Mata Ie kepada portalsatu.com, Senin, 24 Juli 2017.
Rita mengaku baru dua hari kembali berjualan di Mata Ie. Sebelumnya ia pulang ke kampung halaman di Medan selama satu bulan lebih.
“Saya terkejut sekali, pas sampai kemari sudah tidak ada air lagi dalam kolam, padahal baru ditinggal 50 hari yang lalu,” katanya.
Saya berjualan 2015 lalu di Mata Ie, baru kali ini Rita melihat kolam pemandian tersebut kering.
“Saya pikir ini akibat kemarau panjang, dan airnya juga diambil oleh beberapa perusahaan termasuk PDAM yang memasang pipa besar pas pada tempat keluar airnya,” katanya.
Ia berencana terus berjualan di kolam pemandian Mata Ie, meskipun air kolamnya kering. “Sudah sampai disini mau kemana lagi, saya akan menunggu sampai air ada kembali,” katanya.
Fenomena kolam pemandian Mata Ie mengering ini membuat sejumlah warga penasaran. Mereka bahkan terlihat berdatangan ke lokasi untuk memastikan kebenaran kabar terkait kolam Mata Ie kering.
“Seingat saya yang sudah 20 tahun di sini, ini yang pertama kali terjadi, dulu dulu airnya tidak pernah sekering ini, makanya saya datang kemari untuk pastikan dengan mata,” ujar salah satu pengunjung yang tidak mau namanya ditulis.
Hal senada juga disampaikan pengunjung lainnya, yang terlihat menggunakan pakaian dinas. Dia masih berstatus tenaga kontrak di Dinas Kementerian Lingkungan Hidup.
“Saya sudah 35 tahun tinggal di Banda Aceh, dan sering pergi kemari bersama keluarga, tapi baru kali ini kolam Mata Ie kering seperti ini,” kata pegawai kontrak yang tidak mau namanya dicantumkan di media.
Pengakuan yang sama juga datang dari Sersan Mayor Alsukma R. Dia merupakan salah satu personil TNI dari jajaran Kodam Iskandar Muda yang bertugas di koramil.
Serma Alsukma merupakan anak tentara yang lahir di Mata Ie. Semasa kecil, Serma Alsukma mengaku sering mandi di Mata Ie.
“Dulu itu, saat kemarau paling mengecil debit airnya, airnya tetap ada dan mengalir, tidak separah ini,” sebutnya.
Alsukma menduga kekeringan kolam pemandian Mata Ie juga disebabkan pengambilan air oleh beberapa perusahaan air. “Seperti perusahaan air mineral Sling, PDAM, dan ada satu lagi saya tidak ingat. Kalau dulu, airnya diambil hanya untuk dialirkan ke warga sekitar Mata Ie dan kompleks Rindam saja, sekarang pemakaiannya sampai ke beberapa kecamatan,” katanya.
Dia mendapat kabar kekeringan di kolam pemandian Mata Ie sudah sejak sepekan lalu.
“Sebenarnya kalau tidak ditarik oleh mesin, airnya tetap akan mengisi kolam, kemarin sudah saya lihat masih ada sumbernya, tapi sudah ditarik dengan pipa besar,” katanya.
Amatan portalsatu.com di lokasi terlihat ramai pengunjung yang berdatangan ke kolam Mata Ie tersebut. Beberapa anak-anak juga terlihat bermain sembari membakar sampah di dalam kolam besar itu. Ada di antara mereka juga terlihat bermain-main di genangan air yang tersisa.
Sementara itu, di lokasi ini juga terlihat tujuh pipa penyedot air yang dipasang langsung di sumber mata air. Pipa-pipa ini disekat menggunakan teralis besi.
Laporan: Taufan Mustafa

