BANDA ACEH – Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), Wien Rimba Raya, menyebutkan pemilihan calon Wakil Gubernur Aceh pendamping Muzakir Manaf telah mengerucut pada satu nama dari poros partai nasional. Pengajuan nama ini dilakukan partai nasional sesuai arahan Muallem, sebutan Muzakir Manaf, pada pertemuan sebelumnya.
Wien mencontohkan seperti Demokrat yang menjagokan dua nama sebagai pendamping Muallem. Kedua nama tersebut diajukan secara lisan dalam pertemuan tingkat tinggi Sekjen Pusat dengan mantan Kasad Edi Pramono, yang kini menjabat Ketua OKK DPP Demokrat.
“(Dia) menjagokan dua nama yakni Rifky Harsa dan Nova Iriansyah,” kata Wien Rimba Raya menjawab portalsatu.com, Jumat, 5 Februari 2016.
Selain itu, Wakil Sekjen PPP juga mengusulkan nama Faisal Amin, Hanura Pusat menjagokan Amir Faisal yang juga sahabat Muallem, PAN Aceh mengusung Anwar Muhammad, dan Gerindra Aceh TA. Khalid.
“Yang jelas ada satu nama, yang mulai mengerucut di poros parnas,” katanya.
Di sisi lain, Wien Rimba Raya menilai pernyataan Muallem terkait harga mati PA-Parnas merupakan hal yang wajar. Kebijakan ini dianggap sebagai apresiasi sikap Parnas yang sampai saat ini komitmen dan setia bersama Muallem dan Partai Aceh.
“Dari semula sudah dikatakan beliau,” ujar Wien Rimba Raya.
Namun dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan bila calon wakil gubernur pendamping Muallem berasal dari internal Partai Aceh. Syaratnya sosok tersebut diusung serta didukung juga oleh Parnas sebagai calon wakil gubernur. Dia mencontohkan beberapa nama tokoh kalangan internal seperti Aburazak, Abdullah Saleh dan para bupati dari Partai Aceh yang berprestasi.
“Semua berpotensi untuk wakil, namun untuk kenyamanan Muallem biar beliau yang memutuskan kita mengaminkan saja,” katanya.
Sementara terkait isu perpecahan di kalangan internal KPA/PA, Wien Rimba mengaku tidak ada. “Yang saya tahu tidak ada perpecahan di internal Partai Aceh. Saat ini sangat demokratis dan harmonis, siapapun yang dipilih Muallem sebagai wakil ke depan akan dipatuhi semua. Partai Aceh sangat dinamis untuk kemaslahatan rakyat Aceh,” kata Wien Rimba Raya.[]



