BLANGKEJEREN – Korban tanah longsor di desa Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues mulai diserang penyakit di tempat pengungsian, mulai dari demam hingga pilek. Warga juga sudah mulai membongkar rumah, pindah ke lokasi yang lebih aman.
Camat Pining, Win Zulfian, Sabtu malam, 30 Januari 2021 mengungkapkan, para pengungsi sakit karena kelelahan dan kurang tidur. Sebagia mereka harus begadang untuk menjaga rumah.
“Masih ada warga yang tidur di pengungsian, tetapi jumlahnya tinggal sedikit saat tidak hujan, kalau hujan deras, hampir semua warga memilih tidur di pengungsian. Dan kondisi saat ini memang ada yang sakit demam dan pilek, itu semua karena kurang tidur,” ungkapnya.
Untuk mengobati warga yang sakit di pengungsian, kata Win Zulfian, pihak Dinas Kesehatan Gayo Lues sudah melakukan pengobatan gratis dua hari sebelumnya.
Sementara itu dua rumah di lokasi longsoran sudan dibongkar, warga itu mengaku tidak berani lagi tinggal di rumahnya karena takut tebing gunung akan kembali longsor menimpa rumah mereka.
Berdasarkan hasil musyawarah kata Camat Pining, masyarakat meminta pemerintah segera menurunkan tim ahli untuk meneliti apakah perumahan penduduk tersebut masih layak ditinggalin atau tidak, sebab, kebanyakan warga merasa takut terjadi longsor susulan yang berakibat fatal.
“Intinya warga ketakutan, dan sangat berharap agar segera direlokasi ketempat yang aman. Permintaan relokasi itu sudah saya sampaikan juga kepada bupati dan wakil bupati, mudah-mudahan ada solusinya. Bagi warga yang ada kemudahan kita imbau agar membantu korban longsoran,” harapnya.[]




