LANGSA – Ketua LSM Gadjah Puteh Sayed Zahirsyah alias Waled menilai pemandangan Kota Langsa semakin semrawut. Kondisi itu ditambah dengan banyaknya spanduk atau baliho bakal calon wali kota dan balon gubernur Aceh yang dipasang selama bulan Ramadan ini. Ia menilai spanduk-spanduk itu bagaikan jemuran yang berserakan karena dipasang di sembarang tempat.

“Spanduk di mana-mana dan tidak beraturan sehingga menggangu keindahan kota, belum lagi persoalan sampah yang juga masih belum teratasi secara makasimal semakin melengkapi kumuhnya Kota Langsa,” kata Waled kepada portalsatu.com, Senin, 13 Juni 2016.

Menurutnya, spanduk-spanduk itu sangat beragam ukurannya dan terpampang di sepanjang jalan dan ruang publik yang tak beraturan.

“Dalam amatan kami selama ini di antara banyaknya spanduk dan baliho liar itu wajah Wali Kota Langsa sendiri, baik dalam kapasitas sebagai Wali Kota maupun sebagai balon, jadinya di antara pencitraan dan kampanye,” katanya.

Selain itu, Ia juga berharap Wali Kota mestinya memberi contoh bagi masyarakat, apalagi dalam momen Ramadan ini agar menjaga keindahan dan kebersihan.

“Jangan sampai keindahan kota yang dibangun dengan biaya besar tercoreng dengan hal-hal yang ecek-ecek seperti spanduk dan baliho,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Langsa, Yudi Ferdiansyah Putra, menjelaskan, terkait berbagai spanduk  pihaknya akan melakukan penertiban dan sudah masuk agendanya.

“Minggu kemarin/awal Ramadan, kita masih fokus penataan pedagang bukaan puasa. Penertiban baliho sudah masuk agenda kami minggu ini,” katanya saat dikonfirmasi portalsatu.com.[](ihn)