LHOKSEUMAWE – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase membagikan sie (daging) meugang untuk anak yatim dan kaum duafa di Kota Lhokseumawe, Kamis, 25 Mei 2017, malam. KPA Kuta Pase mengklaim total daging yang dibagikan mencapai empat ton lebih.

“Ini kita sebut ‘Meugang Yatim’, sebagai bentuk perhatian ekskombatan di wilayah Kuta Pase terhadap masyarakat kurang mampu, terutama anak yatim dan korban konflik di Lhokseumawe,” ujar Juru Bicara KPA Kuta Pase Saifuddin Yunus alias Pon Pang kepada portalsatu.com.

Pon Pang menyebutkan, penyerahan bantuan daging meugang untuk anak yatim merupakan tradisi dilaksanakan mantan kombatan GAM sehari sebelum hari meugang sejak tahun 2005 atau pasca-MoU Helsinki. “Meugang Yatim” dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu meugang Ramadan, meugang Hari Raya Idul Fitri dan meugang Idul Adha.

“Kita sengaja mendahulukan pelaksanaan ‘Meugang Yatim’ sehari sebelum hari meugang agar para anak yatim bisa lebih dahulu menikmatinya. Setiap rumah atau kepala keluarga yang memiliki anak yatim, kita pastikan akan menerima bantuan paket daging meugang dari KPA Kuta Pase,” kata  Pon Pang. 

Menurut data, kata Pon Pang, ada 1.893 kepala keluarga (KK) yang memiliki anak yatim dengan total keseluruhan anak yatim di Kuta Pase berjumlah 2.683 jiwa. Jika ada anak yatim yang belum terdata, kata Pon Pang, bisa dilaporkan melalui Peutuha KPA di masing-masing gampong.

“Tentu masih banyak hal terdapat kekurangan dalam pelayanan yang kami lakukan. Insya Allah akan dievaluasi untuk ditingkatkan di masa yang akan datang,” ujarnya.

“Dalam kesempatan ini, saya atas nama Majelis Pimpinan dan segenap anggota KPA Kuta Pase mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada segenap masyarakat Kota Lhokseumawe. Terimalah permohonan maaf atas semua sikap kami selama ini yang mungkin saja kurang berkenan. Mari kita semua berharap agar diberi kekuatan oleh Allah SWT hingga mampu menjalankan ibadah di bulan suci ini,” pungkas mantan Ketua DPRK Lhokseumawe tersebut.[]