LHOKSEUMAWE – Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Unimal melakukan roadshow mengenai Penguatan Literasi Media bagi Mahasiswa Fisip Unimal, Rabu, 17 Mei 2017.
Kegiatan bertema Mewujudkan Siaran yang Sehat bagi Generasi Aceh ini dibuat di Aula FISIP Unimal, dihadiri 70 mahasiswa FISIP mulai semester dua hingga tujuh.
Rombongan KPIA dipimpin langsung Ketua KPIA Sayed Firdaus, dengan anggota Arsal Armia dan Munandar. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Kamaruddin Hasan, bersama Dekan I Bidang Akademik Dr. M. Nazaruddin dan sejumlah dosen Ilmu Komunikasi.
Dengan hadirnya rekan-rekan KPI Aceh ke Prodi Ilmu Komunikasi, mesti dimanfaatkan waktunya dengan baik oleh mahasiswa dan dosen untuk mendiskusikan berbagai fenomena media saat ini. Selain itu diharapkan tindak lanjut dari pertemuan ini agar lahir MoU kerja sama antara Program Studi ilmu Komunikasi dengan KPIAceh, demi memudahkan mahasiswa dalam mengkaji media, menguatkan Media Watch yang selama ini dijalankan oleh mahasiswa dan dosen Komunikasi. Tentu saja dokumen ini menjadi penting untuk proses akreditasi Prodi ke depan,” ujar Kamaruddin Hasan dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua KPIA Sayed Firdaus, menyampaikan rasa syukurnya dapat berdiskusi langsung dengan mahasiswa dan dosen di Fisip Unaimal.
Saat ini banyak media yang memang berada di lingkungan kita, setiap hari menerpa kehidupan kita sehari-hari, dan kadang banyak yang ditampilkan tidak sesuai dengan etika dan norma yang berlaku. Oleh karena itu KPI dibentuk, untuk dapat menyeleksi program-program siaran yang tidak sesuai dengan culture dan konsumsi kita,” katanya.
Roadshow literasi media ini adalah yang keempat, setelah dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Islam Negeri Arraniry Banda Aceh. Kemudian akan dilanjutkan roadshow kelima di Langsa hingga sebelum datangnya Ramadan, dan dilanjutkan setelah Ramadan nantinya.
Ada dua materi yang disampaikan oleh dua pemateri. Materi pertama yang disampaikan Irsal Ambya, SH dengan judul Meneropong Televisi Kita. Sementara Munandar menyampaikan mengenai peran KPI, dilanjutkan dengan penayangan video tentang contoh tayangan yang melanggar norma dan telah ditutup oleh KPI.
Siaran yang sehat adalah siaran yang sesuai dengan P3SPS dan bermutu. Jika tidak sesuai dengan P3SPS maka siaran tersebut belum dikatakan sehat. Rekomendasi siaran sehat yang memiliki rating yang tinggi adalah wisata budaya yang kemudian disusul dengan siaran religi.[]




