BANDA ACEH – Ketua Forum Diskusi Political Club Prodil Ilmu Politik Unsyiah, Munawwar, menilai kunjungan sejumlah anggota DPR Aceh ke luar negeri merupakan hal yang lumrah dilakukan.
Konflik dan tsunami menurutnya telah membuat Aceh tertinggal dari daerah lain di Indonesia, dan Aceh harus bangkit dari situasi ini.
Munawwar menilai, kunjungan DPR Aceh ke luar negeri adalah untuk meninjau langsung beberapa negara yang dinilai layak menjadi contoh dalam bidang pembangunan.
Kunjungan DPRA ke luar negeri pada dasarnya memiliki tujuan untuk dapat mempromosikan Aceh di luar negeri, dan juga menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat, apalagi bila kita lihat kondisi Aceh pascakonflik dan juga musibah tsunami, sudah sangat menjanjikan bagi investor asing untuk menanamkan sahamnya di Aceh, namun dikarenakan pandangan negatif terhadap Aceh yang sebelumnya rawan konflik maka membuat negara-negara tersebut enggan untuk menanamkan modalnya di Aceh,” katanya Munawwar melalui siaran pers yang diterima redaksi Senin, 25 Juli 2016.
Meski begitu kata Munawwar, bukan berarti kunjungan anggota DPR Aceh tersebut bisa dibenarkan, jika tujuannya tidak ada hubungannya dengan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Aceh.[](ihn/*sar)


