BANDA ACEH – Puluhan karyawan Kantor Wilayah BRI Banda Aceh yang sedang bekerja terlihat berhamburan keluar gedung, saat mendengar sirine serta diumumkan adanya kebakaran di lantai 4 gedung, Kamis sore, 28 September 2017, sekira pukul 16.00 WIB.
Beberapa karyawan yang panik bahkan terlihat pucat ketika beberapa menit kemudian, terdengar lagi sirine dari mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, yang tiba di lokasi bersama satu unit ambulans.
Tim yang baru tiba di lokasi, dibantu beberapa karyawan untuk langsung berusaha memadamkan api yang ada di salah satu ruangan di lantai 4. Dalam tempo 15 menit, api dapat dipadamkan oleh petugas DPKP.
Ini merupakan simulasi tanggap kebakaran yang dibuat oleh pihak Bank BRI dengan DPKP Banda Aceh untuk para karyawan agar selalu tanggap dan siap apabila terjadi kebakaran.
“Tujuan pertama kita melakukan semua hal ini adalah agar masyarakat khususnya karyawan dan karyawati BRI bisa melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi musibah kebakaran. Jadi hal ini merupakan sesuatu yang harus dilakukan,” ungkap Sabri, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan DPKP Kota Banda Aceh.
Suasana panik yang sempat dialami para karyawan, dikarenakan memang tidak adanya pemberitahuan jika akan ada pelaksanaan simulasi ini. Hal ini memang dibuat dadakan dengan pihak Kantor Wilayah BRI.
“Jadi memang sengaja kita tidak sampaikan. Bahkan pimpinan pun hari ini tidak kita sampaikan, jadi supaya bisa karyawan dan karyawati melakukan evakuasi secara mandiri,” jelasnya.
Simulasi yang dilakukan memang tidak banyak diketahui. Bahkan, Kabag Bisnis Ritel, Menengah dan Konsumer Bank BRI, Herman Depati mengatakan, dirinya juga sempat panik.
“Kejadian awal tadi memang sangat luar biasa, tidak tahu sama sekali. Kami sedang bekerja, lalu alarm berbunyi dan keluar asap dari kamar kecil. Nah ini kami kira kebakaran,” kata Herman Depati.
“Bahkan handphone saya tertinggal di ruangan dan saya tidak membawa apa-apa. Daripada nyawa melayang lebih baik handphone melayang,” katanya lagi.
Akan tetapi, berdasarkan pengalaman simulasi-simulasi sebelumnya, mereka telah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.
“Sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan sama sekali, semua tidak tahu, kecuali ada beberapa orang yang mengetahui seperti jajaran manajemen resiko. Mereka yang tahu,” jelas Kabag Bisnis Ritel, Menengah dan Konsumer Bank BRI.
“Terutama diumumkan tadi telah terjadi kebakaran di lantai 4 dan harus menyelamatkan diri. Kami berlari dan semuanya kompak tidak memakai lift, hanya menggunakan tangga darurat,” jelasnya lagi.
Selain itu, simulasi lainnya juga dilakukan, seperti memadamkan api dengan menggunakan goni basah dan alat pemadam api ringan (APAR).[]

