ANKARA – Turki telah berkampanye sejak 15 Juli untuk menginformasikan negara lain tentang kegiatan Fetullah Terror Organisasi (Feto).

Laman Kementerian Luar Negeri Turki menyiarkan pada Senin, 15 Agustus 2016, Turki telah membuat lebih dari 6.000 kontak resmi melalui konsulat di luar negeri sejak upaya kudeta.

Anadolu Agency mengabarkan, dari total 6.382 kontak, 36 pertemuan resmi diadakan di tingkat presiden, 42 di tingkat perdana menteri dan 234 di tingkat menteri.

Pada tingkat parlemen, 696 wawancara dilakukan. Pertemuan tingkat tinggi lainnya sebesar 5.374.

Setidaknya 240 orang tewas dalam kudeta yang gagal, yang pemerintah mengatakan dibuat oleh pengikut Fetullah Gulen yang tinggal di AS.

Gulen juga dituduh memimpin kampanye yang telah lama berjalan untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui infiltrasi lembaga negara, khususnya militer, polisi dan peradilan, membentuk apa yang dikenal sebagai negara paralel.[]