LHOKSUKON – Pasar terpadu yang terletak di Gampong Meunasah Pante, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara akan difungsikan pada Desember 2016 mendatang. Pasar yang dibangun dengan dana APBN dan APBA senilai Rp 20 Miliar lebih itu sudah lima tahun terbengkalai, karena belum siap sarana dan prasarana pendukung.
“Kendala utama pasar terpadu belum difungsikan karena sarana dan prasarana pendukung belum siap. Ada beberapa item yang saat ini sedang dipersiapkan, mulai dari jalan, MCK, Mushalla dan saluran pembuangan. Ini baru pengesahan APBK Perubahan, dan ini sedang dilakukan pelan-pelan untuk persiapan itu,” kata Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Aceh Utara, Fakhurrazi saat ditemui portalsatu.com disela-sela kegiatan pembersihan lokasi pasar terpadu, Sabtu 26 November 2016.
Ia menyebutkan, lokasi pasar terpadu cukup besar, jadi pembangunannya tidak tertampung sekaligus. “Kami targetkan pertengahan Desember 2016 mendatang sudah rampung dan diupayakan seluruh pedagang berjualan di pasar terpadu,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Aceh Utara, Muhammad Jamil di lokasi yang sama menyebutkan, pasar terpadu sudah lima tahun terbengkalai dan sangat layak ditempati. Pasar itu dibangun dengan dana Rp 20 Miliar lebih bersumber dari APBN dan APBA.
“Saat ini sedang dalam proses pengerjaan sarana dan prasarana pendukung, seperti jalan, MCK, Mushalla dan saluran buang untuk pasar hewan dan pasar ikan. Kami harap Desember nanti sudah bisa ditempati,” ucapnya.
Dijelaskan, lokasi pasar lama, baik itu pasar sayur dan unggas yang terbakar atau pasar lainnya, sudah dipersiapkan kerjasama dengan pihak ketiga untuk pembangunan toko.
“Setelah faktor penunjang selesai dikerjakan, maka pedagang wajib pindah, baik itu pedagang ikan, sayur, unggas, buah dan lainnya. Kami imbau agar tidak ada kepentingan pribadi di sini. Pasar tidak harus di pusat kota karena masyarakat pasti mencari pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Lagi pula, lokasi ini sudah sangat layak,” pungkas Muhamamd Jamil.[]


