BLANGKEJERN – Warga Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues mengaku resah dengan adanya dugaan kebocoran limbah pabrik milik PT Rosin yang menyebar ke badan jalan dan permukiman penduduk. Warga khawatir, limbah getah pinus perusahaan tersebut beracun dan mengancam keselamatan makhluk hidup.
Edi, salah seorang warga Kecamatan Rikit Gaib, Rabu, 19 Februari 2025, mengatakan PT Rosin sudah beroprasi sejak lama di Kecamatan Rikit Gaib untuk mengolah getah pinus. Baru-baru ini, kata dia, limbah itu keluar areal hingga masuk ke permukiman penduduk.
“Seminggu yang lalu saat hujan lebat, limbah PT Rosin itu terlihat jelas keluar dari pabrik, bahkan hingga tergenang di badan jalan dan masuk ke permukiman penduduk. Saya selaku warga Kecamatan Rikit Gaib sangat resah dengan kejadian ini, karena jika limbahnya beracun, bisa-bisa mengancam ternak dan areal pertanian warga,” kata Edi di Blangkejeren.
Edi meminta pihak berwenang agar mengecek dokumen kelengkapan PT Rosin dan tempat pembuangan limbahnya. Jika memang tidak sesuai, maka harus ditindak sesuai peraturan dan perundang-undangan berlaku.
Camat Kecamatan Rikit Gaib, Burhan, mengatakan kebocoran limbah PT Rosin sudah pernah terjadi sebelumnya, dan pihak Kecamatan hanya bisa menegurnya.
“Sebelumya sudah pernah juga kita tegur masalah kebocoran limbah PT Rosin itu, dan kami dari Kecamatan Rikit Gaib akan kembali memanggil mereka dan menayakan masalah limbahnya lagi,” katanya.
Humas PT Rosin, Kasim Junaidi belum memberikan keterangan terkait kebocoran limbah tersebut. Pertanyaan konfirmasi yang dikirimkan wartawan, belum dibalas meskipun pesan Whatsapp sudah centang dua.
Begitu juga dan pimpinan PT Rosin Gayo Lues, Arun, ia juga belum menjawab konfirmasi wartawan meskipun pesan Whatsapp sudah centang dua.[]




