BANDA ACEH – Grup band Trashyum malam ini tampil di acara pameran dan pagelaran seni “Nahma ni Gayo” yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah Banda Aceh, pukul 20:30 WIB, Rabu, 19 Oktober 2016.
Trashyum merupakan band beraliran alternatif rock, dengan tetap mengangkat 'cita rasa' Gayo dalam bermusik. Band yang baru terbentuk selama satu tahun ini telah mengeluarkan satu single bertajuk “Kune Die”.
“Lagu ini bercerita tentang kehidupan mahasiswa di perantauan yang sedang memikirkan bagaimana masa depannya nanti,” kata Taufik, drummer Trashyum kepada portalsatu.com, Rabu, 19 Oktober 2016.
Lagu “Kune Die” ini diciptakan oleh Gusay, gitaris Trashyum yang terinspirasi dari pengalaman temannya.
Di acara bertema “Tetah Nahma Musara Awang Ken Tanoh Gayo” nanti malam mereka akan membawakan lagu Mayang dan Kerawang.
Saat ini Trashyum juga sedang proses penggarapan album, rencananya akan ada delapan sampai 10 lagu dalam album tersebut. Dua lagu di antaranya sudah selesai digarap.
“Salah satunya lagu Kerawang, kalau yang lainnya masih rahasia,” kata Ditha, manajer Trashyum.
Trashyum digawangi lima personel yang dikomandoi Zamriis sebagai vokalis, Taufik sebagai drummer, Yahdi sebagai bassist, Hardi sebagai keyboardist, dan Gusay lead gitar.
Ke depan, kelima anak muda ini ingin menciptakan lagu-lagu yang tak hanya berbahasa Gayo saja. “Mereka juga ingin menciptakan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Aceh, jadi ini sebagai bentuk dedikasi mereka untuk Aceh dan sebagai pesan bahwa 'kita' ini satu, jadi tidak ada pengkotak-kotakan,” kata Ditha.[]

