BANDA ACEH – Rapat Parlemen Suku Quraisy, penguasa Kota Mekkah, yang bernama Darunnadwah, menetapkan akan membunuh Nabi Muhammad SAW.

Ide membunuh Nabi itu disarankan Abu Jahal, dilakukan oleh pemuda wakil semua bani suku Quraisy, 14 bani. Supaya tidak ada suku yang disalahkan karena semua terlibat. Kejahatan berjamaah, ide Abu Jahal.

Itulah penyebab Rasulullah SAW berhijrah ke melalui Jabal Tsur, Thaif, Cuba, dan sampai ke Yatsrib (Madinah).

Hijrah Nabi SAW dilengkapi dengan strategi hebat sehingga pasukan khusus Quraisy tidak bisa menemukannya.

Demikian kata Ustaz Hajarul Akbar Alhafizh MA (Hafiz Alquran 30 Juz), pada Tadarus Khatam Alquran One Man One Juz dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah, Sabtu, 1 Oktober 2016, di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh.

“Inti peringatan tahun hijrah adalah hijrahnya semangat, pembaharuan, bukan saja peristiwa, akan tetapi makna dari peristiwa, filosofinya,” katanya dalam acara yang dibuat oleh KWPSI (Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam) dan GATA tersebut.

Nabi SAW hijrah pada 27 Safar, singgah di Gua Tsur sampai 29 Safar. Pada awal Rabiul Awal tiba di Thaif, dan seterusnya.

“Semangat hijrah dan perubahan besar untuk dunia setelahnya yang membuat para sahabat menamakan tahun Islam dengan Hijriah,” kata sang hafiz.

Sebelum tausiah, hadirin membaca Alquran, masing-masing satu juz perorang. Peringatan tahun baru Islam dengan membaca Alquran bersama dalam jumlah banyak baru pertama dilakukan di Banda Aceh.[]