BANDA ACEH – Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, menyatakan akan bekerja maksimal memanfaatkan masa transisi ini. Setelah dilantik, Marzuki mengaku langsung bekerja menangani hal-hal kecil untuk kemudian melangkah ke tahap yang lebih besar.

“Di BPMA baru saya sendiri, tapi syukur alhamdulillah, SKK Migas dan Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM) membantu 150 persen,” kata Marzuki dihubungi portalsatu.com lewat telepon seluler, Minggu, 17 April 2016. 

Menurut Marzuki, sesuai fungsi keberadaan BPMA, tugas yang akan dijalankan lembaga ini ke depan 80 persen kegiatannya seperti SKK Migas, sisanya atau 20 persen lagi kegiatan Migas. 

“Sejauh ini, saya mendapat bantuan yang cukup full. Saya sendiri (di BPMA), tapi ada yang bantu saya, dan sudah dikasih kantor (untuk kepala BPMA) di SKK Migas. Saya tangani yang kecil-kecil dulu, seperti kop surat, stempel, itu sudah selesai, karena tanpa itu kita tidak bisa berjalan,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, Marzuki akan mengusulkan format organisasi BPMA kepada Menteri ESDM. Akan tetapi, sebelum itu ia akan berkonsultasi dengan Gubernur Aceh, termasuk soal kebutuhan anggaran untuk BPMA tahun ini sampai Desember nanti.

Marzuki menyebut format organisasi BPMA telah disiapkan oleh Tim 17. Format BPMA mirip SKK Migas lantaran fungsinya hampir sama.

“Tim 17 sudah siapkan itu dan akan kita eksekusi, tinggal sekarang proposal kita usulkan ke Menteri (ESDM), setelah disetuji baru kita eksekusi,” katanya.

“Hal lainnya mengenai anggaran harus kita usulkan, kalau nggak bagaimana kita eksekusi. Jadi, hal-hal kecil seperti ini juga harus kita pikirkan. Untuk bergerak seperti roket memang masih jauh dari harapan,” ujar Marzuki lagi.[] (idg)