BANDA ACEH – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara menyebut pihaknya sudah mendeteksi lokasi-lokasi yang pernah dipakai teroris untuk latihan. Dia memperkirakan ke depan tidak ada lagi teroris di Aceh.
“Kalau kala itu di Aceh berkembang pemahaman lain yang kemudian dimanfaatkan oleh teroris, tapi saya rasa ke depan tidak ada teroris lagi,” kata Gautama Wiranegara kepada para wartawan usai membuka dialog Pelibatan Masyarakat di Kalangan Tokoh Sosial Budaya dalam Pencegahan Terorisme di Provinsi Aceh 2016″, yang digelar di Hotel Mekkah, Lampriet, Banda Aceh, Senin, 21 November 2016.
Selain itu, kata Gautama, dengan adanya MoU Helsinki (perjanjian damai antara Pemerintah RI dan GAM mengakhiri konflik bersenjata), persoalan di Aceh seperti separatis sudah selesai.
“Kalau kita lihat, Muzakir Manaf, Panglima GAM dulu, (kini) mencalonkan diri sebagai gubernur (Aceh). Menjadi gubernur berarti kan budaya Indonesia juga. Itu kan sudah selesai. Saya rasa mereka punya komitmen yang sama juga untuk Aceh damai,” ujar Gautama.
Tampil sebagai pembicara pada acara tersebut Koordinator Tim Ahli BNPT Anwar Sanusi, mantan teroris Abudurrahman Ayub, Ketua MAA Badruzzaman, dan pengamat teroris Al-Chaidar. Dialog itu dipandu Mukhlisudin Ilyas.[]


