SUBULUSSALAM – Yayasan Mualaf Center (YMC) Kota Subulussalam, satu-satunya pusat pembinaan mualaf yang berada di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Dari 23/kabupaten kota di Aceh, empat daerah berbatasan langsung dengan Sumatera Utara misalnya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Singkil serta Kota Subulussalam. Dari wilayah perbatasan tersebut, di Kota Subulussalam terdapat YMC, sebagai pusat pembinaan mualaf di wilayah perbatasan Aceh-Sumut.
Ketua YMC Kota Subulussalam, Ustaz Juliamin Banurea mengatakan sejauh ini terdapat 98 kepala keluarga (KK) sekitar 135 jiwa mualaf binaan. Mereka umumnya berasal dari Sumatera Utara masuk Islam dan berdomisili di Kota Subulussalam, beberapa di antara mereka dari Aceh Singkil dan Aceh Tenggara, termasuk dari Subulussalam.
“Banyak datang ke Mualaf Center dari tiga daerah wilayah perbatasan yakni Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Subulusalam. Kalau dari Aceh Tamiang belum ada mungkin karena faktor jauh. Mereka datang kemari untuk jadi mualaf, karena di sini ada YMC pertama satu-satunya di Aceh,” kata Ustaz Juliamin Banurea kepada portalsatu.com/, Minggu, 31 Januari 2021.

Juliamin Banurea mengatakan YMC punya program khusus dalam melakukan pembinaan mualaf. Program terrsebut wajib diikuti setelah seseorang memutuskan diri masuk Islam lewat Mualaf Center.
Menjadi mualaf binaan YMC, tidak hanya sekadar melafazkan dua kalimat syahadat. Namun harus disertai pembinaan rutin minimal tiga sampai enam bulan.
Mereka yang baru masuk Islam disarankan tinggal di kawasan seputaran Mualaf Center di Suka Makmur, Kecamatan Simpang, Kota Subulussalam. Saat ini terdapat 12 KK mualaf tinggal di sana aktif mengikuti pengajian setiap malam.
Juliamin Banurea menjelaskan materi pembinaan mualaf meliputi rukun iman, rukun Islam, bersuci, tata cara sholat dan mengenal huruf hijaiyah.
“Ada lima materi pokok pertama, rukun iman, rukun Islam, bersuci, tata cara salat dan mengenal huruf hijaiyah,” ungkap Juliamin Banurea. Didampingi Sekretaris YMC Kota Subulussalam, Ustaz Saleh Solihin.
Sedangkan bagi mualaf yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kota Subulussalam, termasuk dari Aceh Singkil, program pengajian dilakukan setiap hari Ahad.

Mualaf perempuan terlihat sedang belajar usai melaksanakan ibadah sholat Zuhur di Musholla YMC Kota Subulussalam, Minggu, 31 Januari 2021. Foto Sudirmanportalsatu.com/ “Khusus hari Minggu itu pengajian secara umum dari Singkil
“Khusus hari Ahad itu pengajian secara umum dari Singkil juga kemari ikut pengajian. Termasuk hari ini kita gelar cerdas cermat dan lomba menangkap ikan ikan bagi anak-anak mualaf,” ucap Juliamin Banurea.
Kegiatan cerdas cermat dilakukan dalam suasana santai di bawah pohon sawit di areal Mualaf Center. Dilanjutkan makan bersama ikan nila bakar hasil budidaya kolam ikan milik Mualaf Center Kota Subulussalam.
Dikatakan, cerdas cermat tersebut untuk melihat sejauh mana para mualaf tersebut menguasai materi yang telah disampaikan. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan diberikan hadiah.

Para mualaf di sana juga aktif mengikuti salat lima waktu secara berjamaah di mushalla yang berada di Kompleks YMC Kota Subulussalam. Musalla tersebut juga dipakai untuk pengajian dan melakukan praktek sholat bagi anak-anak mualaf.
Selain pembinaan di bidang agama, YMC Kota Subulussalam juga melakukan pembinaan sektor ekonomi. Seperti, menyiapkan kolam untuk budidaya ikan nila dikelola para mualaf di sana, untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.[]
Baca Juga: Kisah Yusuf, Mualaf Asal Pak-pak Bharat, Kini Jadi Tenaga Pengajar Mualaf Center Subulusalam




