SUBULUSSALAM — Memasuki bulan September Kota Subulussalam saban hari diguyur hujan lebat. Curah hujan biasanya turun saat siang hingga malam hari.

Hari ini misalnya, sejak pukul 13:00 WIB langit mulai berawan dan mendung. Hujan deras akhirnya turun pada pukul 14:00 WIB.

Kondisi ini membuat warga memilih berdiam di rumah bersama keluarga, aktivitas di jalan nasional di kawasan kota yang sebelumnya ramai kendaraan roda empat dan dua, berubah menjadi sepi.

“Sejak awal September hujan terus, pas waktu lebaran Idul Adha, waktu itu paginya sudah mulai hujan, tapi tidak begitu deras seperti hari ini,” kata Afdal, salah seorang warga Penanggalan.

“Kalau hujan begini, bagus di rumah saja, khawatir kita datang pula petir, ini yang saya takuti,” katanya, seraya menambahkan wilayah Subulussalam rawan petir dan kerap menelan korban jiwa.

Selain petir, Subulussalam juga rawan ancaman longsor karena banyaknya pegunungan di jalan lintas Subulussalam-Medan dan Subulussalam-Tapaktuan.

Daerah ini juga rawan terjadi banjir, terutama daerah bantaran sungai Souraya di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat.[]