BANDA ACEH Ruas jembatan baru yang membelah Krueng Lamnyong Banda Aceh sudah diresmikan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Senin, 13 Februari 2017 hari ini. Dengan demikian, jembatan Lamnyong yang berfungsi sebagai lintas utama Banda Aceh-Darussalam kini sah memiliki jalan dua jalur.
Namun pertanyaannya adalah kenapa peresmian jembatan itu terkesan dipaksakan? Apalagi jembatan utama menuju dua kampus besar di Aceh itu sudah beroperasi sejak awal Januari 2017 lalu.
Seusai memotong pita peresmian, Zaini Abdullah, yang juga petahana dalam pilkada 2017 ini, memaparkan alasannya. Menurutnya Pemerintah Aceh pada awal Januari lalu sangat sibuk mengurus RAPBA.
Ini begini, ini persoalannya kan kita banyak persoalan. Saya kemarin dalam keadaan cuti, cuti 3 setengah bulan. kemudian pihak Plt juga ada kerja yang begitu mendesak pada waktu itu. Ada sesuatu yang perlu diselesaikan seperti anggaran. Makanya baru sekarang saya menjadi gubernur, baru saya resmikan, ucap Zaini Abdullah menjawab portalsatu.com.
Dalam pidato sambutannya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan jembatan ini adalah salah satu bukti nyata kinerja pemerintah. Ia mengatakan bukan hanya proyek ini yang sudah selesai, tapi masih banyak proyek lain yang sudah rampung.
Bukan hanya ini yang sudah selesai sebentar lagi itu (jembatan) Krueng Cut juga hampir selesai, kata Zaini.
Sementara Kadis Bina Marga Aceh, Rizal Aswandi, mengatakan, proyek pembangunan jembatan tersebut menelan biaya sebanyak Rp80 miliar. Pembangunan jembatan yang awalnya direncanakan selama 3 tahun tersebut, ternyata dapat selesai lebih cepat.
Proyek ini kita desain 3 tahun tapi kita ubah desainnya sehingga selesai cepat. Jembatan ini selesai kira-kira 416 hari dan biayanya Rp80 miliar. panjang jembatan ini 310 meter dan lebar efektif 8 meter. Jembatan ini sudah bisa kita nikmati sebulan yang lalu, ucap Rizal.[]

