IDI RAYEK – Masih ingat dengan seorang bocah penghafal Alquran asal Gampong  Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur? Dia adalah Miftahul Barri  yang telah meraih sejumlah prestasi berkat hafalan ayat Alquran.

Miftah, pernah mengharumkan nama Aceh pada kontes hafiz cilik. Ia meraih juara tiga Hafiz Cilik RCTI 2015. Di usianya yang kini 10  tahun, Miftah semakin pula bertambah hafalannya dengan matang.

Anak dari pasangan Jamaluddin dan  Mifwati ini selama bulan puasa sedang  mondok di salah satu pesatren tahfiz di Rantau Peureulak. Ibunda Miftah mengaku merelakan anaknya untuk mondok meskipun harus melewati moment keluarga selama Ramadan.

“Seusianya yang sudah mencapai 10 tahun, Miftah sudah mampu menghafal 10 juz. Kami merelakan Miftah untuk mondok agar hafalan dia lebih matang meskipun jarang kumpul bersama keluarga dalam bulan puasa ini,” ujar Mifwati kepada portalsatu.com, Sabtu, 25 Juni 2016.

Mifwati merasa bahagia memiliki  anak seperti Miftah. Apalagi, berkat pretasi diraih anak itu telah mengantarkan kedua orang tuanya umrah ke Tanah Suci Makkah. “Alhamdulillah, dengan ilmunya bisa membawa kami ke Tanah Suci. Ini merupakan sebuah kebanggaan, anak seusia Miftah telah mampu mengantarkan kami ke sana, bukanlah dengan harta kekayaannya, akan tetapi dengan ilmu yang dia miliki,” katanya.

Kepada ibundanya, Miftah sering  menyebutkan keinginannya untuk menjadi hafiz yang andal. Bahkan bocah kelahiran 20 Agustus 2006 itu mengaku bercita-cita menjadi hafiz 30 juz di masa yang akan datang.

“Cita-cita dia menjadi hafiz 30 juz, itu yang selalu Miftah sebut- sebutkan kepada saya. Tidak pernah saya dengar dia ingin ‘menjadi ini menjadi itu’, seperti anak- anak lain. Mudah-mudahan Allah mengabulkan keinginan Miftah,” ujar Mifwati.

Mifwati mengaku mereka bukanlah keluarga yang berlatar belakang hafiz. Suaminya hanya seorang pedagang. “Sebuah rahmat yang dilimpahkan Allah kepada kami lantaran keluarga kami pada dasarnya bukanlah keluarga hafiz, tapi dasarnya dari pedagan kecil-kecilan,” katanya.

Meskipun demikian, ibu tiga anak ini dengan modal ilmu mmebaca Alquran yang dimilikinya, saban harinya ia selalu membimbing hafalan Miftah dengan berbagai metode. “Metode hafalan  sangat sederhana, dalam satu ayat misalnya dibacakan dulu tiga kali, lalu Miftah mengulang kembali dengan hafalannya itu,” ujar Mifwati.

Tidak heran jika perjuangan seorang ibu demi prestasi anaknya, berkat bimbingannya itu pula Miftah telah memiliki segudang prestasi mulai ditingkat Kabupaten Aceh Timur, sampai ketingkat nasional.

“Dalam tahun ini miftah juga sedang mempersiapkan diri untuk perwakilan kabupaten Aceh Timur  tahfiz 10 juz pada MTQ Provinsi 2017 mendatang,” ucap ibunda Miftah.[]