ACEH UTARA — Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur rawan kecelakaan, tepatnya di tikungan Simpang Dama, Gampong Ulee Tanoh, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Toyota Fortuner BK 1150 ABP dan Mitsubishi L300 BL 1348 ZA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan.

Pengemudi mobil L300, Tawakkal, warga Dusun Tunong Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Sementara itu, Toyota Fortuner dikemudikan Anwar, warga Kota Medan, Sumatera Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kasat Lantas Iptu Sofyan Kurniawan, mengatakan berdasarkan keterangan pengemudi Toyota Fortuner bahwa kecelakaan bermula saat kendaraannya melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian tepatnya di tikungan Simpang Dama, pengemudi diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan melebar ke kanan dan kemudian menabrak Mitsubishi L300 yang melaju dari arah berlawanan.

“Akibat kejadian itu, kedua kendaraan hanya mengalami kerusakan dan tidak ada korban jiwa,” kata Sofyan, dikonfirmasi, Sabtu (3/10).

Sofyan menambahkan, setelah mendapat informasi kecelakaan tersebut, personel Satlantas Polres Aceh Utara melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan disiplin dan kewaspadaan saat berkendara demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” ujar Sofyan.

Selain itu, kata Sofyan, pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk diimbau tidak memaksakan diri untuk terus berkendara. Sebaiknya, kendaraan dihentikan di tempat yang aman untuk beristirahat hingga kondisi kembali prima.

“Jadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ucap Sofyan.[]