BANDA ACEH – Pengurus besar Rabithah Thaliban Aceh (RTA) akan menyelenggarakan Milad (hari lahir) ke 17 organsiasi pelajar dayah tersebut di sekretariat RTA Jl H. Zakariya No 2, Tanggul Krueng Aceh, Luengbata, Banda Aceh, pada 7 April 2016. Perayaan Milad yang diiringi dengan kenduri, zikir, tausyiah, dan santunan anak yatim ini akan dihadiri seribuan undangan umum dan kalangan santri.
Ketua panitia Milad, Tgk Ibnu Rizal mengatakan, perayaan Milad RTA yang ke 17 ini mengambil tema “Revitalisasi Peran Santri dalam Penegakan Syari’at Islam”. Dengan tema ini, pihaknya berharap di masa depan pelajar dayah semakin eksis mengawal penerapan syari’at Islam di Aceh.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momen berkumpulnya tokoh-tokoh RTA masa lalu, ulama-ulama dayah, pemerintah Aceh, dan masyarakat guna menjalin silaturrahmi yang lebih kuat, serta membahas isu-isu penting yang akan mampu membawa arah penerapan Syari’at islam di Aceh seperti yang dicita-citakan oleh para ulama, “ ujar Ibnu Rizal.
Sementara itu, Ketua Umum RTA, Tgk Imran Abubakar mengatakan, RTA didirikan pada7 April 1999 oleh kalangan ulama dayah yang juga bersienergi dengan aktifis perdamaian Aceh saat itu.
Hingga saat ini, sebut Tgk Imran, RTA tetap eksis dengan berbagai program unggulannya sebagai organisasi tempat bernaungnya santri-santri dayah di Aceh dalam menyuarakan aspirasinya kepada masyarakat dan pemerintah.
“Maka dalam hal ini, Milad ini kita selenggarakan untuk mengenang kembali sejarah pendirian RTA dan mendiskusikan sejarah peranan santri dayah dalam mengawal perdamaian Aceh serta harapan ke depan dalam menyukseskan penegakan syari’at islam di Aceh, “ ujar Tgk Imran yang juga mahasiswa Program Doktor UIN Ar-Raniry ini.
Penulis: Teuku Zulkhairi, Ketua Bidang Humas RTA.

