BANDA ACEH – Minggu baca rame-rame (MIBARA) yang digelar Lembaga Pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh genap digelar dua tahun. MIBARA merupakan upaya sederhana RUMAN Aceh “menjemput bola” dalam mengatrol minat baca anak-anak secara khusus dan masyarakat secara umum.

Hal tersebut dituturkan oleh Pendiri dan Direktur RUMAN Aceh, Ahmad Arif saat digelarnya edisi ke 80 MIBARA pada Minggu 22 Mei 2016 pagi hingga siang di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

“Walau bulan ini identik dengan bulan ujian anak-anak di sekolah, namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme mereka mengunjungi MIBARA. Dari sekian pengunjung, 85 di antara mereka meminjam 305 bacaan secara gratisan selama sepekan ke depan. Mayoritas pengunjung adalah anak-anak bersama keluarga mereka”, ujar Ahmad Arif.

Ragam Pencapaian

Bunda Najwa, salah seorang pengunjung setia MIBARA yang berdomisili di gampong Penjeurat, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh mengungkapkan bahwa keluarganya merasakan manfaat banyak dari kegiatan ini.

“Bila tidak ada keadaan khusus, kami selalu hadir ke MIBARA. Rasanya ada yang kurang bila tidak main ke MIBARA. Sebab, bacaan yang disajikan sangat berkwalitas. Daya nalar dan imajinasi anak-anak lebih hidup dibandingkan sebelumnya. Selamat ulang tahun ke 2 MIBARA dan terima kasih RUMAN”, tutur Bunda Najwa sembari tersenyum.

Beragam pencapaian telah dirasakan RUMAN yang tidak pernah diduga sebelumnya. Pertama, dalam kurun waktu dua tahun pelaksanaan MIBARA (18 Mei 2014 – 22 Mei 2016), RUMAN telah menerima sumbangan lebih 6.000 bacaan dari berbagai kalangan di dalam maupun di luar Aceh, termasuk beberapa penyumbang dari luar negeri.

Kedua selain dihidangkan saat MIBARA, sumbangan bacaan tersebut disebarkan melalui program Pustaka Rumah bagi masyarakat yang berjauhan dari lokasi MIBARA dan atau sekretariat RUMAN. Sejak diluncurkan awal Januari 2015 lalu, Rumah Pustaka telah tersebar di 21 titik di Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya dan Lhokseumawe.

Ketiga, konsep MIBARA telah diduplikasi oleh enam komunitas atau pegiat literasi di enam daerah tingkat dua se Aceh. Yaitu, satu, KOCIB (Komunitas Cinta Baca) di Kota Langsa. Dua,  RBCN (Rumah Baca Cahaya Nanggroe) di Kabupaten Aceh Jaya. Tiga, Gerakan Pidie Mengajar di Kabupaten Pidie. Empat, Toko Syakira di Kabupaten Aceh Barat. Lima, Komunitas Baca Tamiang (KOBATA) di Kabupaten Aceh Tamiang. Enam, Rangkang Baca Aceh (RBA) di Banda Aceh.

Keempat,  MIBARA dijadikan bahan penelitian skripsi mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dengan judul, “Peran Komunitas Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat”. Sedangkan mahasiswi Fakultas Tarbiyah Universitas Serambi Makkah menulis skripsi berjudul, “Pengaruh MIBARA dalam Menciptakan Masyarakat Belajar di Blang Padang, Banda Aceh”.

Kelima, Dinas Sosial Provinsi Aceh memilih RUMAN sebagai wakil Aceh dalam ajang “Seleksi Nasional Organisasi Sosial (ORSOS) atau LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial)” yang digelar oleh Kementrian Sosial di Jakarta pada medio kedua Agustus 2015. Dalam kesempatan tersebut, RUMAN mengikuti upacara HUT RI ke 70 di Istana Merdeka, Jakarta. Juga beramah tamah dengan Presiden Joko Widodo beserta kabinetnya di Istana Bogor.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua sahabat yang telah dan masih terus mendukung kegiatan ini, juga kegiatan-kegiatan RUMAN lainnya. MIBARA ini adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita”, pungkas Arif, dalam siaran persnya.[]