Menurut arti dari wikipedia.org, binatang merupakan kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan animalia atau metazoa. Mereka adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sama halnya dengan manusia, mereka juga memiliki bahasa tersendiri untuk berkomunikasi dengan sesama spesies.

Bahasa binatang adalah bentuk-bentuk komunikasi hewan nonmanusia yang menunjukkan kemiripan dengan bahasa manusia.

Komunikasi hewan juga dapat dibuktikan melalui penggunaan lexigrams seperti halnya yang digunakan oleh simpanse. Adapun istilah “bahasa binatang” digunakan secara luas oleh para peneliti yang setuju bahwa bahasa tersebut tidaklah rumit.

Bila kita mempelajari kitab-kitab samawi, kita akan menemukan kisah-kisah binatang yang dapat berbicara kepada manusia. Seperti halnya Nabi Sulaiman a.s. yang dapat berbicara kepada Burung hud dan semut, Nabi Muhammad saw. yang dapat berbicara dengan kijang, serigala, unta, burung, dan dhab ( biawak gurun pasir).

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: 'Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari', maka dia tersenyum dengan tertawa, karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: 'Ya Rabb-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang.” – (QS Al-Naml [27]:18-19)

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: 'Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung, dan kami diberi segala sesuatu (kekayaan). Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata'.” – (QS Al-Naml [27]:16)

Kami pernah bersama Nabi Muhammad Saw. dalam suatu perjalanan. Beliau keluar dari rombongan untuk seuatu keperluan. Lalu kami melihat seekor burung humarah (berwarna merah) bersama dua anaknya. Maka, kami mengambil kedua anaknya. Burung humarah itu terbang mendekat ke bumi saat Nabi Saw. datang. Beliau Bersabda, “Siapakah yang telah membuat burung ini bersedih karena kehilangan anaknya? Kembalikanlah anaknya kepadanya” (H.R. Abu Dawud).

Bagi kaum atheis mungkin kisah tersebut hanyalah sebuah dongeng pengantar tidur belaka yang tidak masuk akal/logika. Tapi hasil penelitian modern membenarkan bahwa binatang memiliki bahasa tertentu.

Beberapa jenis burung, seperti beo, kakaktua, dan kolibri memiliki kemampuan meniru suara manusia dan berkomunikasi dengan menggunakan suara, bahasa tubuh, dan bau dengan sesama jenisnya.

Lebah menggunakan tarian tubuh dan sayapnya untuk berkomunikasi dengan lebah lainnya, terutama untuk menunjukkan arah dan jarak sumber makanan.

Gurita Karibia Reef berkomunikasi dengan menggunakan berbagai warna, bentuk, dan perubahan tekstur kulitnya.

lumba-lumba menghasilkan suara dengan menggunakan hidung (nasal airsacs) yang terletak tepat di bawah lubang semburan. Hingga saat ini para peneliti mengidentifikasi 3 jenis kategori suara lumba-lumba: frekuensi peluit termodulasi, ledakan berdenyut, dan klik. dengan sinyal getaran yang dipancarkan dan diterimanya, lumba-lumba mampu membuatnya menjadi pola audio-visual.

Semut berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan zat kimia feromon dan sinyal suara. seorang peneliti bahasa semut, Robert Hickling dan R.L. Brown, menemukan bahwa semut api hitam (Solenopsis Richteri) menghasilkan frekuensi bunyi yang bervariasi antara satu semut dengan semut lainnya. Semut mengeluarkan sinyal getaran yang dihasilkan dari segmen lambung dan rahang untuk berbicara. Sinyal tersebut dikirim dan diterima dengan menggunakan antena.

Robert Hickling dan R.L Brown membedakan empat macam suara semut, yaitu percakapan normal ketika bergerak, sinyall distress, sinyal menyerang, dan sinyal peringatan ketika ada gangguan.

Bentuk komunikasi binatang yang dipelajari oleh para ilmuwan sangatlah bervariasi. Untuk binatang tertentu mereka dapat berkomunikasi pada frekuensi ultrasonik dan infrasonik, sedangkan Frekuensi Indra pendengaran manusia terbatas sekitar 20Hz- 20Khz.[]

sumber : #wikipedia.org, #bermisteri.com