LHOKSEUMAWE – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Lhokseumawe melakukan penggalangan dana untuk Palestina, sejak lebaran Idulfitri 1442 Hijriah hingga saat ini masih berlangsung. Penggalangan dana itu dilakukan di Simpang Lampu Merah depan Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe dan sejumlah titik lainnya.
Koordinator MRI-ACT Kota Lhokseumawe, Rozy Haristia, kepada portalsatu.com/, Senin, 31 Mei 2021, mengatakan aksi penggalangan dana untuk Palestina terus berlanjut hingga satu atau dua minggu ke depan. Pihaknya sejak 25 Mei 2021 telah mendirikan posko di halaman Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe berkat kerja sama dengan pengurus masjid tersebut.
"Kita membuka posko di Masjid Islamic karena akses masyarakat juga banyak di sana, apalagi kawasan jalan protokol. Di simpang lampu merah depan Taman Riyadah juga menjadi salah satu fokus kita dalam melakukan penggalangan dana, karena ramai masyarakat yang memberi donasi kepada warga Palestina," kata Rozy Haristia.
Rozy menambakan, pada lebaran Idulfitri lalu pihaknya juga mendapat izin dari sejumlah pengurus masjid di Lhokseumawe untuk dapat menggalang donasi dari para jemaah saat usai salat Id. MRI-ACT mencoba menggalang dana sebanyak mungkin, karena kebutuhan warga Palestina pasca penyerangan dari zionis Israel cukup besar.
"Maka rencana kita mendirikan posko di Islamic Center Lhokseumawe bisa berjalan selama dua pekan, yang dibuka sejak 25 Mei 2021. Tapi kita lihat lagi nanti bersama rekan-rekan relawan dan juga dari pengurus masjid tersebut. Akan tetapi selama ini kita menggalang donasi tidak hanya dipusatkan satu titik saja, juga turun ke Pasar Inpres, Pasar Batuphat maupun sejumlah lokasi lainnya di mana ada keramaian," ujar Rozy Haristia.

Selain itu, lanjut Rozy, saat malam hari sebagian relawan juga melakukan ngamen amal sebagai bentuk penggalangan donasi ke kafe-kafe, dan sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. “Alhamdulillah, sejauh ini donasi yang sudah terkumpulkan sejak pertama dilakukan penggalangan dana itu kurang lebih sekitar Rp65 juta sekian sampai kemarin (Minggu, 30 Mei 2021)”.
“Akan tetapi kita tidak menargetkan berapa total semua donasi bisa terkumpulkan, intinya kita terus melakukan penggalangan. Program kita lebih kepada mewakafkan rumah untuk korban-korban atau warga Palestina, yang memang rumahnya musnah dihancurkan oleh zionis Israel,” ungkap Rozy.
Menurut Rozy, jika nantinya aksi penggalangan donasi ini sudah berakhir, maka pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan ACT Cabang di Gaza, Palestina. “Tentunya lebih mudah dalam hal koordinasi mengenai penyerahan dana atau donasi untuk ke sana, sehingga bisa dikelola langsung oleh ACT yang merupakan relawan dari warga Palestina itu sendiri”.
“Jadi, mereka lebih paham apa kebutuhan dan di mana saja titik yang memang sangat dibutuhkan bantuan oleh masyarakat di sana. Artinya, bisa menjadi tepat sasaran diberikan bantuan dari donasi-donasi masyarakat Aceh untuk diserahkan kepada warga di Palestina. Tentu kita berkoordinasi juga dengan pemerintah terkait pengelolaan dana (donasi) tersebut,” ujar Rozy Haristia.[]





