BIREUEN – Aksi program “Mualem Peduli” mengunjungi panti jompo di Bireuen dalam kegiatan kunjungan sosial dilaksanakan Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP), Rabu, 1 Juni 2016.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com/, dalam kunjungan itu diserahkan makanan tambahan bergizi dan uang santunan kepada 33 penghuni Panti Sosial (Jompo) Tresna Werdha Belai Kasih Bireuen. “Penghuni panti jompo ini berasal dari kalangan masyarakat miskin dan terlantar di Kabupaten Bireuen. Hal ini tergambar jelas dengan kondisi penghuni panti yang sangat menyedihkan”.
“Minimnya bantuan dan perhatiaan Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadikan panti jompo ini sangat minim fasilitas sarana, alat bantu difable, makanan, dan pakaian. Selama ini mereka hanya diberikan jatah makan saja perorang Rp7.000 persekali makan,” kata Muhammad Amin, pengelola panti jompo itu, dikutip dari siaran pers dikirim YPAP.
Chaidir, Ketua YPAP berharap adanya bantuan yang lebih layak kepada penghuni panti itu, karena dengan hanya uang yang berjumlah kecil tersebut tidak mungkin akan memenuhi unsur makanan 4 sehat 5 sempurna.
“Nenek Khatijah Abdullah selaku penghuni panti mengucapkan terima kasih kepada Mualem atas perhatiaan yang beliau berikan karena sudah hampir 1 tahun, mereka tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah seperti ini,” katanya.
Menurut Chaidir, penghuni panti lainnya juga sangat berharap adanya kunjungan dari pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, karena dengan dikunjungi saja akan memberikan kebahagiaan bagi mereka.
YPAP akan melakukan advokasi kepada Pemkab Bireuen dan Pemerintah Aceh untuk menjadikan isu panti jompo ini sebagai program prioritas dalam masyarakat termarjinal. “YPAP juga akan memberikan laporan kepada Mualem selaku Wakil Gubernur Aceh bahwa kondisi panti jompo Bireuen sangat memprihatinkan,” kata Chaidir.[] (rel)



