Subulussalam – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf akrab dipanggil Mualem menyatakan, untuk mewujudkan rakyat sejahtera tidak harus menuntut pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan (ALA BAS), tapi bagaimana kebijakan pimpinan untuk membangun daerah.
“Jika saya terpilih menjadi gubernur pada Pilkada mendatang, maka akan melakukan pembangunan secara merata di segala bidang, sehingga rakyat bisa sejahtera,” kata Wagub Mualem saat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Subulussalam, Jumat, 5 Februari 2016.
Mualem mengatakan persoalan Aceh bukan hanya bidang infrastruktur saja, namun masalah pengangguran tiap tahun bertambah menjadi perhatian serius.
Solusinya, kata Mualem, bagaimana meyakinkan orang luar supaya mau berinvestasi ke Aceh untuk menampung pengangguran.
Mualem menyatakan hal itu terkait keinginan masyarakat pantai barat selatan Aceh perlu dilakukan pemekaran Provinsi ALA BAS sebagai upaya untuk mensejahterakan rakyat setelah sekian tahun merasa dimarginalkan oleh Pemerintah Aceh.
Salah seorang warga, Arifin Syarbaini dalam temu ramah dengan Mualem mengatakan, pemekaran ALA BAS merupakan solusi untuk mencapai kesejahteraan rakyat wilayah barat selatan yang tergabung dalam 12 kabupaten/kota.
Menurutnya, kesejahteraan rakyat Aceh tidak akan terwujud melihat sistem pembangunan selama ini yang hanya mengarah kepada wilayah pantai timur saja. Sementara barat selatan terabaikan sehingga jumlah pengangguran dan warga miskin semakin banyak.
“Kalau membangun Aceh keseluruhan itu tidak akan terwujud, solusinya ALA BAS,” kata Arifin yang disambut tempuk tangan pada hadirin.
Ia menambahkan, tuntutan ALA BAS ini disebabkan kurangnya perhatian Pemerintah Aceh kepada Kota Subulussalam dan beberapa wilayah lainnya yang tergabung dalam ALA BAS.
Ia menantang Mualem untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat ALA BAS, sehingga wacana pemekaran ini tidak perlu terealisasi jika tuntutan rakyat bisa dipenuhi.
“Jika kesejahteraan sudah dicapai, untuk apa lagi ALA BAS,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Zuliyadin, yang menyatakan, munculnya isu pemekaran ALA BAS disebabkan minimnya perhatian Pemerintah Aceh untuk membangun Kota Subulussalam, seperti rencana pembangunan jalan lingkar dan ruas jalan tembus Runding-Krueng Luas yang tidak diakomodir oleh pihak provinsi.[] Sumber: aceh.antaranews.com

