Sabtu (26/01) yang lalu, Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) berhasil menyelenggarakan musyawarah tahunan atau yang biasa disebut dengan ‘’Duek Pakat’’. Duek Pakat IKAMAT kali ini berlangsung sederhana di Ruang Serbaguna KJRI Istanbul. Acara sendiri dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Konsulat Jendral RI yang diwakilkan oleh Kabid Pensosbud Iwan Wijaya.

Setelah kata sambutan, acara inti dimulai dengan Laporan Pertanggung Jawaban oleh Plt. Ketua IKAMAT Taufiq Kurniawan dan diakhiri dengan pemilihan Ketua baru IKAMAT 2019-2020.

Musyawarah Tahunan atau ‘’Duek Pakat’’ Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) ke-8 akhirnya memilih Muhammad Haykal menjadi Ketua Umum masa bakti 2019-2020 menggantikan Plt. Taufiq Kurniawan yang telah berakhir masa jabatanya yang sebelumnya menjadi Pelaksana Tugas Ketua IKAMAT menggantikan Darlis Azis Ketua IKAMAT 2018-2019.

Dalam proses pemilihan yang dipimpin oleh Tuha Peut IKAMAT Muhammad Riza Muarrif, muncul tiga calon Ketua Umum yaitu Muhammad Haykal, Taufiq Kurniawan dan Qasmir Ramadhan. Namun dalam musyawarah lanjutan nama Muhammad Haykal terpilih menjadi Ketua IKAMAT periode 2019-2020. Haykal yang periode sebelumnya merupakan Koordinator IKAMAT Istanbul merupakan mahasiswa Double Degree jurusan Studi Islam dan Sejarah di Istanbul Sehir University. 

Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) merupakan organisasi kekeluargaan satu-satunya yang dimiliki masyarakat Aceh di Turki. IKAMAT yang telah berdiri sejak tahun 2011 sudah tergolong banyak melakukan terobosan dan sentuhan dengan pihak Turki demi mempererat hubungan persaudaraan Aceh-Turki.

Muhammad Haykal berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang selama ini diselenggarakan IKAMAT. Saat diwawancara melalui _Whatsapp_ ia juga menyatakan saat ini IKAMAT akan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan internal yang dapat mempererat hubungan antar mahasiswa baru dan mahasiswa senior sehingga bisa diharapkan regenerasi pada tubuh IKAMAT sendiri. Haykal sendiri mengaku bahwa selama ini IKAMAT lah tempat ia belajar berorganisasi. Oleh sebab itu, selain melanjutkan kegiatan bersifat eksternal antar lembaga, kegiatan internal sungguh signifikan demi keberlangsungan organisasi.

IKAMAT membuka pintu seluas-luasnya dan siap membantu seluruh pihak di Aceh yang hendak menghubungkan institusinya dengan pihak-pihak di Turki. “Kita ingin menjadi jembatan penghubung antar budaya” tutup Haykal.[]rel