SIGLI – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan (GTP) Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Mutiawati, membantah dirinya terlibat pada pelatihan guru sertifikasi yang dipungut biaya Rp300 ribu/peserta.

Bantahan itu disampaikan Mutiawati kepada portalsatu.com/, Jumat, 3 Februari 2023, sebagai bentuk jawaban karena selama ini namanya disebut-sebut dalam berita tentang pelatihan sehingga membuat dirinya merasa tidak nyaman.

“Saya tidak terlibat dalam hal rencana pelatihan yang dilaksanakan Lembaga Pendidikan Buana Eduka School Clinic (BESC). Semua mereka lakukan sendiri. Ini harus diperjelas agar tidak jadi masalah bagi kami,” kata Mutia.

Baca juga: Terkait Dugaan Kutipan Dana Pelatihan Guru, Lembaga Pelaksana Angkat Bicara

Mutia menjelaskan awal pertemuan antara lembaga BESC dengan Kepala Dinas Pendidikan, dirinya, dan K3S, pihak lembaga itu memaparkan program pelatihan mandiri yang akan mereka laksanakan bagi guru di Pidie. Mereka juga mengenakan dana perguru Rp300 ribu.

“Setelah pemaparan, Kadis memberitahukan kepada K3S yang hadir saat itu, untuk diberitahukan kepada guru-guru, jika ada yang berminat ikut, harus mengeluarkan biaya pribadi. Biaya pun disetor langsung ke lembaga,” ujar Kabid GTP.

Dia mengaku tidak benar jika selama ini tersebar, biaya dari peserta disetor kepada dirinya. Juga tidak benar seperti pengakuan Direktur BESC Asmudi, tidak kenal K3S, karena pada pemaparan K3S juga hadir.

“Semua, mulai dari pendaftaran hingga setoran, pihak lembaga langsung yang tangani. Jadi tidak benar kami terlibat, termasuk menerima setoran uang,” ungkap Mutia.

Memang, kata Mutia, pihak lembaga ada meminta bantu dirinya untuk menghubungi pemateri lokal, tetapi dirinya tidak bersedia. Hanya satu pemateri yang dia sanggupi, yakni Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Pidie Bukhari Tahir. Sedangkan pemateri lain langsung urusan lembaga itu.

Lihat pula: Pelatihan Guru Berbayar, Ini Komentar MPD Pidie.[](Zamahsari)