TAKENGON – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Aceh, Nasarudin, optimis meraih tiga besar perolehan kursi DPR Aceh dalam pesta demokrasi 2019 mendatang. Rasa optimis itu memiliki alasan kuat seperti aktifnya kepengurusan partai dan solidnya petinggi partai.
 
“Banyak hal yang bisa menyakinkan kita untuk bisa merebut tiga besar kursi DPR Aceh, tapi ini menyangkut teknis dan rahasia partai. Jadi tidak mungkin saya kemukakan untuk publik,” ujar Nasarudin, kepada portalsatu.com saat penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya di Takengon beberapa waktu lalu.

Partai ini juga menargetkan minimal satu orang per daerah pemilihan untuk kursi DPR RI. Niat tersebut menurutnya bisa dicapai apalagi dengan menggunakan konsep baru dari Undang-Undang Pemilu.

“Kalau rumus baru Pemilu sekarang, siapa yang banyak suara, maka banyak dapat kursi. Kalau dulu kan bisa saja suara sedikit, tapi bisa juga dapat kursi di legislatif,” ujar Nasarudin.
 
Dia menyebutkan partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini sudah memiliki pendukung kuat di masing-masing kabupaten/kota. Mereka disebutkan sudah siap bekerja untuk kemenangan partai.

Nasarudin tersenyum lebar ketika disinggung isu satu kursi DPR RI untuk dirinya. Ia mengatakan kebijakan tersebut sepenuhnya berada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya. 

Meskipun demikian, Nasarudin tidak menampik penunjukannya oleh DPP Partai Berkarya sebagai bakal calon anggota DPR RI pada Pileg 2019. Dia mengatakan Partai Berkarya berkeinginan untuk mengulangi dan menyempurnakan sistem pemerintahan Orde Baru atau Orba. Penyempurnaan yang dimaksud seperti stabilitas ekonomi dan keamanan, serta ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.

Nasarudin berpendapat ada sisi positif yang dapat diadopsi dari rezim Orde Baru. Salah satunya seperti rencana kenaikan minyak, listrik dan kebutuhan pokok lainnya yang dipertimbangkan secara matang. Begitupun stabilitas mata uang rupiah. 
 
“Sekarang fluktuasinya (tidak stabil harga pangan-red) cukup tinggi. Waktu Orba, kenaikan harga cabai saja dilaporkan dalam sidang kabinet. Contoh ini perlu kita ulang,” ujar Nasarudin yang saat ini masih menjabat Bupati Aceh Tengah itu.

Ia menilai keamanan Kamtibmas akan mudah terwujud jika ekonomi masyarakat juga telah stabil. Menurut Nasarudin keberadaan kelompok begal, perampokan, kenakalan remaja, hingga aksi nekat sebagian individu melecehkan presiden, lantaran sempitnya ekonomi masyarakat. Kondisi ini pula yang memicu warga untuk melakukan pelanggaran.

Sebagai catatan, Partai Berkarya dilaporkan telah berbadan hukum dan dinyatakan sah sebagai salah satu partai politik, sesuai Surat Keputusan (SK) Menkumham Nomor.MHH-20.SH.11.01 Tahun 2016. Namun, hingga saat ini Partai Berkarya masih menunggu proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa menjadi peserta di Pileg 2019.[]