BANDA ACEH – Di sebuah rumah singgah Blood For Life Foundation (BFLF) tepatnya di kawasan Lamprit, Banda Aceh, seorang anak perempuan mengintip malu seperti ingin menyapa sore itu.

Kondisinya memperihatinkan menarik perhatian sekadar ingin tahu apa diderita anak itu.

Namanya Richa Nizafitri berumur 9 tahun, hobinya membaca dan menulis dan ia berasal dari Aceh Barat Daya, rambut panjang Richa habis dan kulit kepalanya terklupas. Orang tua Richa sedikit bercerita perihal apa yang diderita anaknya.

Menurut Zainal ayahanda Richa, kejadian itu bermula setahun yang lalu saat Richa dan temannya bermain di sebuah kilang padi di gampong Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya, namun naas saat sedang asik bermain di kilang padi itu rambut Richa terlilit As poli sehingga kulit kepalanya terklupas.

“Richa saat itu masih duduk di kelas dua SD dan akan naik kekelas tiga, kenaikkan kelas itu harus dikuburnya dalam karena kondisinya saat memperhatinkan, sehingga pihak sekolah melarangnya bersekolah dahulu sampai kondisi Richa membaik,”ujar Zainal dengan nada sedih.

 

Richa anak kedua Zainal ini sudah setahun tidak bersekolah, namun semangatnya tidak pupus, tekad untuk belajar masih dimilikinya, sering ia meminjam buku kakaknya yang duduk di bangku kelas tiga SD. Membaca dan menulis kerap dia lakukan untuk mengulang pelajaran di rumah,” ujar Zainal lagi.

Sudah setahun upaya pengobatan dan perawatan terus dilakukan namun kesembuhannya belum terlihat ada perubahan. Orang tuanya yang berprofesi sebagai petani ini tak sanggup membiyai pengobatan Richa yang begitu mahal, sehingga keluarga Zainal terkadang hanya memberinya obat riset dari dokter.

Richa yang bercita-cita sebagai dokter kini tampak murung dan terlihat sangat berharap ingin segera sembuh sehingga bisa bermain dan belajar kembali seperti anak-anak lainnya. Ayahandanya juga becerita sehari 3 pil yang harus di dilahapnya supaya memperoleh kesembuhan.

Demi perawatan yang akan dijalaninya di RSUZA kini Richa tinggal di sebuah rumah singgah di kawasan Lamprit, Banda Aceh dengan didampingi ayahandanya Zainal dan ketua Blood For Life Foundation Abdya Nasruddin Oos. Anak ini sangat mengharapkan bantuan dermawan dan pemerintah, supaya kiranya Richa bisa kembali belajar dan bermain seperti anak-anak seumurannya.

Laporan Ramadhan