BANDA ACEH – Gubernur mengajak seluruh pimpinan, direksi dan staf PT. Bank Aceh untuk tidak berpuas diri dan tetap memiliki etos kerja yang baik demi kemajuan Bank Aceh yang berdayaguna kepada seluruh masyarakat Aceh.

“Saya perlu ingatkan, meski prestasi bank ini terus menunjukkan kemajuan, tapi saudara-saudari jangan cepat berpuas diri, sebab tantangan yang kita hadapi semakin berat. Dengan  semangat “Hijrah–Berkah–Bertambah”, mari kita hadapi tantangan itu dengan sikap optimis dan pantang menyerah,” kata Gubernur saat mengumumkan perubahan status Bank Aceh dari konvensional ke syariah di Meuligoe Gubernur, Sabtu, 6 Agustus 2016.

“Sebagai pemegang saham pengendali sekaligus Kepala Pemerintahan Aceh, saya mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah dibuktikan jajaran direksi dan seluruh staf PT Bank Aceh,” sambung Doto Zaini.

Gubernur juga meminta kepada Bank Aceh agar dapat mensosialisasikan konversi Bank Aceh, mengingat masih banyak masyarakat Aceh yang belum mengetahui tentang perubahan sistem operasional Bank Aceh yang telah sesuai dengan prinsip-prinsip syari'at Islam.

“Harus ada sosialisasi secara menyeluruh agar masyarakat paham, bahwa Bank Aceh kini telah beroperasi dengan sistem syari'ah, sehingga tidak ada lagi praktik-praktik ribawi di dalamnya. Hal ini penting karena selama ini banyak masyarakat yang takut untuk menggunakan jasa perbankan karena takut akan praktik ribawi tersebut.”

Senada dengan Gubernur, Ketua OJK Perwakilan Aceh, Ahmad Wijaya Putra, dalam sambutannya juga meminta agar sistem perbankan Syari'ah dapat disosialisasikan lebih terprogram, yaitu dengan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan, baik di tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Tingkat Atas.

“Perbankan syari'ah harus disosialisasikan mulai dari siswa sekolah dasar. Saat ini baru disosialisasikan kepada mahasiswa, maka ke depan, perbankan syari'ah harus masuk dalam kurikulum siswa sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas,” himbau Ahmad Wijaya.

Melalui siaran pers yang diterima redaksi disebutkan, Gubernur didampingi Direktur Utama Bank Aceh Syari'ah dan Ketua OJK Perwakilan Aceh, berkesempatan menyematkan lencana pengabdian 25 tahun kepada empat orang karyawan dan karyawati Bank Aceh, serta menyerahkan santunan kepada anak yatim.

Proses konversi ditandai dengan pemukulan rapa'i oleh Gubernur Aceh, Ketua Dewan Pengawas Bank Aceh, Adnan Ganto, Komisaris Utama dan Direktur Utama Bank Aceh serta Ketua OJK Perwakilan Aceh. (Ngah)