BANDA ACEH – Ombusdman RI Perwakilan Aceh menilai keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar di Indrapuri tidak representatif. Pelayanan di rumah sakit plat merah itu agak semraut.

Hal itu terungkap dari inspeksi mendadak (Sidak) Ombusdman setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang kurang optimalnya pelayanan di rumah sakit pemerintah tersebut, Senin, 25 Januari 2021.

“Berawal dari laporan masyarakat, kemudian saya menugaskan tim untuk melakukan investigasi ke lapangan. Kemudian baru saya turun dengan tim lainnya guna mengkonfirmasi  hasil Sidak dari para Asisten Ombudsman, setelah mendapatkan informasi dari tim di lapangan,” jelas Kepala Ombusdman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husein dalam keterangan tertulisnya.

Taqwaddin mengungkapkan, dari hasil pengawasan, pelayanan di rumah sakit tersebut agak semraut, tempat antri pasien bercampur aduk dengan tempat antri obat, sehingga pasien berdesakan, areal parkir juga berada dalam pekarangan rumah sakit.

“Ruang tunggu pasien ke poli sangat sesak, pasien  ramai, ruang sempit, dan tidak representatif sebagai RSUD milik pemerintah,” kata Taqwaddin.

Melihat kondisi tersebut, setelah berkeliling ke beberapa titik rumah sakit itu, Taqwaddin langsung menghubungi Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra MKM yang kebetulan hari itu ada di tempat. Bunaiya Putra langsung menjumpai Taqwaddin dan memberikan klarifikasi.

“Inilah kondisi kita saat ini pak, pelayanan tetap kita berikan kepada masyarakat. Kita akui bahwa pelayanannya kurang baik, kondisi yang semeraut. Ini karena keterbatasan gedung kita,” jelasnya.

Bunaiya menambahkan bahwa saat ini sedang dipersiapkan gedung pembangunan gedung baru yang representatif, namun belum dapat dipastikan kapan akan mulai dibangun dan selesai.

Terhadap hasil Sidak tersebut, Taqwaddin mengatakan nantinya akan dilakukan rapat koordinasi dengan para pihak untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Nanti kita akan duduk dengan pimpinan Pemerintah Aceh Besar dan DPRK guna menindaklanjuti hasil temuan ini, kita berharap agar segera dibangun rumah sakit yang memadai untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih representatif,” pungkas Taqwaddin[]