BANDA ACEH — Penerbit Padebooks meluncurkan sekaligus membedah buku berjudul “Jenderal Mayor Amir Husin Al-Mujahid – Aku Tetap Konsisten Terhadap Pesan Khusus Sultan Aceh Terakhir-” yang ditulis DR. Ahmad Fauzi M. Ag. Acara berlangsung di Ruang Senat Rektor Unsyiah, Senin, 2 Oktober 2017.

Bedah buku ini menghadirkan Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rijal sebagai keynote speaker. Pembicara lainnya yaitu Abdullah Puteh, mantan gubernur Aceh ke-18, Barlian Aw, budayawan Aceh, serta M. Alkaf dari Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy.

Jenderal Mayor Husin Al-Mujahid yaitu merupakan salah satu tokoh Aceh yang pernah terlibat dalam dua peristiwa besar di Aceh yaitu masa Revolusi Sosial dan Darul Islam Aceh. Ia pernah menjadi 'Ketua Pemuda' Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), saat organisasi itu dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Mengutip penjelasan dalam buku setebal 96 halaman tersebut, semasa hidupnya Mayor Husin Al-Mujahid pernah memimpin Tentara Perjuangan Rakyat, untuk menghalau pemimpin pro kolonial yang tidak membela kepentingan rakyat. Mulai dari Aceh Timur hingga ke ibu kota provinsi di Banda Aceh. Ia juga berperan dalam peristiwa Aceh yang berakhir dalam perdamaian dengan misi Hardi (Wakil Perdana Menteri RI) dan melahirkan Daerah Istimewa Aceh.

Dr. Ahmad Fauzi, M. Ag selaku penulis dalam pengantarnya mengatakan, Amir Husin Al-Mujahid merupakan salah seorang inovator pembaharuan sistem pendidikan Islam. Akumulasi dari pengalaman pendidikan, pergaulan dengan para tokoh nasionalisme Indonesia di Aceh dan nasehat khusus Sultan Aceh terakhir itu menjadikannya sebagai inovator dalam lima bidang. Di antaranya pendiri dan pengajar di Madrasah Nahdhatul Islam Blangsiguci Idi Rayek pada 1932.

Amatan portalsatu.com, acara ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan di antaranya akademisi dan mahasiswa, serta masyarakat umum. Turut pula dihadiri oleh keluarga Amir Husin Al-Mujahid.[]