BANDA ACEH – Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Rahmandi, M.Si., menginstruksikan seluruh pejabat dan staf UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator (IBI) Saree, Aceh Besar, menetap di sana.
Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Kadis Peternakan Aceh Nomor 542/1188/2020 tanggal 6 Juni 2020, perihal Penanganan Ternak Sapi di UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator (IBI) Saree.
Dalam instruksi tersebut disampaikan kepada Kepala UPTD IBI Dinas Peternakan Aceh beserta para Kepala Seksi, Kepala Sub-Bagian Tata Usaha, pejabat fungsional dan seluruh staf PNS maupun kontrak, mulai tanggal 7 Juni 2020 sampai waktu yang ditentukan kemudian, untuk bertugas dan menetap di lokasi UPTD IBI Saree, Aceh Besar.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi, dikonfirmasi portalsatu.com, Minggu, 7 Mei 2020, menagatakan seluruh pejabat struktural UPTD IBI Saree sudah berada di lokasi, sesuai instruksi itu.
“Iya benar (menetap di UPTD IBI Saree), ini kami sudah di sini semua, kita sudah mulai bekerja. Kita potong rumput, kita konsentrasi di sini semua. Saya pun mulai tadi malam sudah tidur di sini.” kata Rahmandi.
Rahmandi menegaskan, jika ada pejabat struktural UPTD IBI Saree tidak menjalankan instruksi tersebut, maka akan berpengaruh terhadap tunjangan prestasi kerja (TPK) atau bahkan dicopot.
“Ya, kan nanti pertama sekali yang harus mengawasi dan membina kan Kepala UPTD dulu. Nah, bila ada yang tidak hadir hari ini kami kirim teguran, yang gak hadir besok teguran. Konsekuensi terakhirnya ya kita usulkan berarti dia gak bisa di sini,” tegas Rahmandi.

Terima kritik dan saran
Sementara itu, Rahmandi menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak baik dalam bentuk kritik maupun saran terhadap keberadaan sapi-sapi di UPTD IBI Saree.
Rahmandi mengakui dari 480 sapi memang ada yang kurus. Namun, ditegaskan tidak semuanya kurus, banyak juga sapi sehat. Sapi kurus kurang dari 10 persen dari total seluruh sapi yang ada di sini. Hanya saja sapi yang baik kondisinya tidak terekspos, yang terekspos hanya sapi yang berada di kandang karantina, kata Kepala Dinas Perternakan Aceh itu melalui siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh, Minggu, 7 Juni 2020.
Rahmandi berjanji akan menaruh perhatian lebih ekstra untuk memulihkan kondisi sapi kurus yang saat ini berada di kandang karantina. Di antara sapi kurus itu juga ada sapi betina yang kalau terlalu gemuk tidak bisa bunting, ujarnya.
Menyikapi masukan masyarakat, Rahmandi mengatakan akan segera melakukan pembenahan. Kritikan masyarakat kami jadikan pemicu untuk berbuat lebih baik lagi, ucapnya.
Rahmandi berjanji akan meningkatkan penyediaan pakan hijauan guna memperbaiki kondisi sapi yang berada di kandang karantina, termasuk memberi vitamin dan antibiotik selain pemberian pakan dengan memanfaatkan anugerah alam yang ada di lokasi UPTD IBI Saree.
Dalam satu dua bulan ini kami akan memperbaiki kondisi sapi yang ada di kandang karantina dan kami yakin bisa, pungkasnya.[]


