BANDA ACEH – Pelajar SMA Negeri 4 DKI Banda Aceh yang tergabung dalam Teater Sekolah “Seruni Bathsis” tampil memukau pada Festival Teater se-Aceh digelar UPTD Taman Budaya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di gedung tertutup Taman Budaya, Jalan Teuku Umar Banda Aceh, Rabu, 2 November 2016, malam.
Penampilan 19 siswa asuhan Yetti Mulyati menarik perhatian. Mereka tampil beda dengan sembilan kontestan lainnya lantaran penggabungan kental teater dan tari, hanya menonjol beberapa dialog secara singkat.
Naskah karya Mursamaheru, alumni SMAN 4 DKI tahun 2015 yang juga bertindak sebagai sutradara tersebut, berkisah tentang globalisasi menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di nusantara yang harus dapat dihalau oleh generasi sekarang.
Adegan yang ditampilkan setelah melakoni gerak tari Jawa, terjadi bentrok yang dahsyat akibat satu dengan lainnya tidak saling mengenal budaya, sehingga timbul hinaan berakhir pada konflik.
Lantas, perintah paling kentara dalam skenario tersebut adalah bagaimana menjauhi konflik dan orang muda harus berkarya dan berkerja agar tidak mudah terpicu. Di situlah terlihat para pemain beraktivitas, tetap dalam gerak tari yang sederhana, namun agresif dan memukau.
Saat penutup cerita terlihat salah seorang penari utama mengibaskan kain merah yang menyimbolkan perdamaian. Terjadi beberapa gerakan lucu yang dilakoni, yakni gerakan tari yang menjadi simbol kekuatan budaya. Hingga ditutup dengan seluruh pemain merapat kepada pemeran utama, dan bersatu bersama.[]

