BLANGKEJEREN – Pertandingan sepak bola memperebutkan Piala Bupati Gayo Lues Tahun 2025 di Stadion Seribu Bukit bermasalah. Sejumlah pemain diduga menganiaya wasit saat pertandingan sedang berlangsung.

Kejadian itu pada Minggu, 14 September 2025, saat tim dari Desa Uring melawan tim Kampung Jawa. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, wasit yang memimpin pertandingan itu dianaya pemain di lapangan.

Para kepala desa dan manajer tim sepak bola dikabarkan sempat dipanggil ke Polres Gayo Lues terkait masalah tersebut pada Senin, 15 September. Namun, belum ada keputusan yang dikeluarkan oleh Askab PSSI Gayo Lues selaku penyelenggara turnamen tersebut.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., Selasa, 16 September 2025, membenarkan Polres Gayo Lues sudah mencabut izin pertandingan sepak bola Piala Bupati Tahun 2025 tersebut.

“Betul, Bang,” kata Kapolres Gayo Lues melalui pesan Whatsapp saat ditanya apakah benar izin pertandingan sepak bola Piala Bupati Tahun 2025 dicabut gara-gara pemain memukul wasit di tengah lapangan.

Saat ini, kata Kapolres, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait masalah di lapangan Stadion Seribu Bukit tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lura, Iptu Muhammad Abidinsyah, S.H., M.H., mengatakan saat ini sudah dua orang saksi yang diperiksa terkait masalah pemain menganiaya wasit di Stadion Seribu Bukit.

“Kita masih melakukan penyelidikan, dan hingga hari ini baru dua orang saksi yang kita periksa, yaitu manajer tim dan kepala desanya. Selanjutnya baru pemain,” kata Abidinsyah melalui telepon Whatsapp.

Hingga hari ini, pertandingan sepak bola Piala Bupati Gayo Lues 2025 masih terhenti akibat kejadian tersebut. Belum diketahui kapan akan dilanjutkan lagi.[]