BANDA ACEH – Yayasan Geutanyoë mengapressiasi aksi cepat dari otoritas berwenang dalam membantu dan menyelamatkan sekitar 40 pria, wanita dan anak-anak etnis Tamil dari Sri Langka yang ditemukan terdampar di perairan Aceh, Sabtu, 11 Juni 2016. Otoritas berwenang termasuk TNI, Polri, tim SAR, dan Panglima Laot, juga mengizinkan mereka untuk mendarat dan disediakan penampungan sementara di Lhoknga, Aceh Besar.

Melalui pernyataan diterima portalsatu.com, Senin, 13 Juni 2016, pihak Yayasan Geutanyoë menyebut sebagian besar dari mereka yang diselamatkan itu adalah kaum wanita yang lemah serta anak-anak, termasuk seorang wanita yang sedang hamil. “Kami mendorong agar tersedianya layanan kesehatan serta perlindungan penuh secepatnya diberikan untuk mereka, yang merupakan pencari suaka yang melarikan diri menyusul situasi keamanan yang semakin memburuk di bagian utara Sri Langka”.

Dijelaskan, meskipun perang sipil di Sri Langka yang memakan korban kurang lebih sekitar 100.000 jiwa telah secara resmi berakhir di tahun 2009 dengan 40.000 jiwa korban yang meninggal merupakan warga sipil, namun dalam beberapa bulan terakhir telah dilaporkan meningkatnya intimidasi terhadap etnik Tamil termasuk meningkatnya tindakan pelecehan terhadap wanita oleh sejumlah militer Sri Langka. Hal ini tampaknya menjadi alasan banyaknya jumlah wanita dan anak-anak melarikan diri dari negara tersebut.

“Masyarakat dan Pemerintah Aceh telah dipuji dan menerima apresiasi dari berbagai pihak dari berbagai belahan dunia atas aksi penyelamatan serta perlakuan mereka yang penuh rasa kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya dan warga negara Bangladesh ketika pihak-pihak lain tidak melakukannya,” kata Lilianne Fan, Direktur Internasional Yayasan Geutanyoe.

“Kami amat berharap para pencari suaka etnis Tamil ini akan mendapat perlakuan yang penuh rasa kemanusian yang sama serta mendapatkan perlindungan dari masyarakat serta Pemerintah Aceh dan Indonesia secara lebih umum,” ujarnya.

Rima Shah Putra, Wakil Direktur Yayasan Geutanyoe menambahkan pihaknya juga mengulurkan kesediaannya untuk turut membantu penanganan kemanusiaan bagi penyintas asal Etnik Tamil ini jika diminta oleh pemerintah daerah maupun nasional.[] (rel)