BANDA ACEH – Belasan warga tergabung dalam Masyarakat Aceh Peduli Rohingya menggelar aksi menuntut dihentikannya pembantaian umat Islam Rohingya di Myanmar, Senin, 4 September 2017.
Dalam aksi digelar di Simpang Lima, Banda Aceh, itu, mereka juga meminta masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk melakukan aksi nyata sebagai bentuk protes terhadap rezim Aung Sa Suu Kyi.
“Untuk segera melakukan aksi nyata, baik masyarakat Aceh seluruhnya maupun pemerintah untuk dapat memberikan bantuan maupun penekanan terhadap pemerintahan Myanmar, agar dapat menghentikan segala bentuk pembasmian atau pembunuhan secara biadab masyarakat muslim Rohingya,” kata Koordinator Lapangan Michael Octaviano.
Dalam orasinya, Michael juga meminta agar nobel perdamaian yang diterima Aung San Suu Kyi dicabut. Mereka mengutuk keras sikap rezim militer dan sipil Myanmar terhadap etnis Rohingya.
“Kami juga mendesak panitia nobel penghargaan kepada Aung San Suu Kyi agar mencabut penghargaan tersebut akibat sudah tak pantas lagi,” kata Michael.
Para pengunjuk rasa membawa sejumlah atribut berupa poster berisi protes. Seperti “PBB Sungguh-Sungguh Ikut Hentikan Tragedi Kemanusiaan Rohingya”, “Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya; Cabut Keanggotaan Myanmar Dari ASEAN”, “Usir Dubes Myanmar”, dan “Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.”
Selain berorasi, juga dilakukan aksi long march menuju salah satu tempat ibadah umat Budha di Kota Banda Aceh.[] (*sar)



