SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan apresiasi kepada Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Unigha (Ampuh) yang memperjuangkan Penegerian Unigha. 

Penyataan itu dikatakan Staf Ahli Bupati Pidie bidang Pembangunan Ir Muhammad Hasan Yahya, Rabu 24 Agustus 2016, pada pemutaran Film Dokumenter bertajuk 'Kami Bukan Sapi Perahan Yayasan' di Aula Sman Mart, Sigli Kabupaten Pidie.

“Kami atas Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pidie, memberikan apresiasi atas kerja keras adik-adik mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalan Ampuh dengan gigih berjuang demi penegerian Unigha,” katanya dalam sambutan mewakili Bupati Sarjani.

Dia menguraikan, perjuangan penegerian Ungiha sudah dilakukan sejak Bupati Abdullah Yahya, dilajutkan masa Mirza Ismail, namun belum juga berhasil. Akan tetapi ditangan Bupati Sarjani dan perjuangan seluruh elemen dia berdoa akan berhasil. 

“Bupati kita ini bekas Panglima GAM, tentunya akan ada titik terang lahirnya Universitas Negeri di Pidie,” imbuh Hasan Yahya. 

Pemerintah terus memberi dukungan kepada Ampuh dan elemen lainnya agar terus bersemangat memperjuangkan meski melalui jalur hukum. “Kami sangat bangga dan mendukung penuh gerakan penyelesaian hukum sengketa informasi tentang pengelolaan keuangan Unigha,” kata Staf Ahli ini. 

Koordinator pemutaran Film Dokumenter yang digagas dan produksi Komunitas Ide Geutanyoe, Wahyu Puasana, mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

“Film Kami Bukan Sapi Perahan Yayasan, dibuat guna memaparkan realita kampus Unigha di bawah Yayasan Kampus Jabal Ghafur yang sangat amburadul disegala bidang. Ini kondisi realita yang kami rangkum dari seluruh lini kampus Jabal Ghafur,” jelas Wahyu didampingi Firdaus Yusuf.[]