BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, menerima kedatangan tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Selasa 21 Juni 2016. Rombongan diterima di ruang rapat Wali Kota bersama Kadishubkominfo Kota, Muzakkir Tulot.
Waki Kota mengatakan, Pemko terus berupaya meningkatkan infrastruktur di Kota Banda Aceh dalam rangka mendorong ketertiban lalu lintas di Kota Madani.
Dari sisi infrastruktur kita terus membangun seperti peningkatan jalan dan jembatan hingga ke Gampong-gampong (Desa), ungkap Illiza, dalam siaran pers.
Lanjutnya, keindahan dan keberlanjutan pembangunan terus berlangsung karena Pemko komit mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang smart dan juga kota yang tangguh terhadap bencana.
Kepada tim penilai, Illiza juga mengatakan Banda Aceh juga sedang mendorong warga beralih ke angkutan massal yang ramah lingkungan. Saat ini di Banda Aceh telah beroperasi Trans Kutaraja yang digratiskan selama setahun oleh Pemerintah, dan kebijakan tersebut mendapat respon positif dari warga yang ditandai dengan semakin banyak warga beralih ke Trans Kutaraja dan mulai meninggalkan kenderaan pribadi.
Kebijakan ini juga menjadikan lalu-lintas di Banda Aceh lebih tertib dan mengurangi kemacetan. Yang lebih penting lagi moda transportasi missal ini sangat ramah lingkungan dan menekan polusi, tambah Illiza.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh, Muzakkir Tulot secara rinci menjelaskan paparannya terkait prestasi, program dihadapan tim penilai Wahana Tata Nugraha 2016.
Sebagaimana diketahui, sejak diselenggarakan enam tahun yang lalu, penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan ini, Kota Banda Aceh telah meraih tiga piala WTN berturut-turut, yakni dari 2012 hingga 2014.
Sedangkan tahun 2009 sampai 2011, Banda Aceh meraih plakat. Dan sejauh ini, untuk Provinsi Aceh, prestasi ini hanya diraih Banda Aceh, sedangkan 22 kabupaten/Kota lainnya belum berhasil meraihnya.[]



