BANDA ACEH – Perwakilan Pemuda Barat Selatan menyayangkan pernyataan Andika Muttaqien selaku juru bicara Sajan Illiza, yang mengklaim pihak mereka mendukung Illiza dan menolak Aminullah. Pernyataan tersebut dinilai tidak mendasar dan merugikan pemuda barat Selatan secara umum.

“Banda Aceh ini pusat Ibu Kota Aceh, semua keterwakilan kabupaten/kota ada di Banda Aceh, kemajuan Kota Banda Aceh menjadi tolok ukur kemajuan Provinsi Aceh itu sendiri, sudah saatnya kita tidak mengedepankan ego sektoral dalam hal apapun, terutama dalam Pilkada Banda Aceh,” kata mantan Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (Himapas) Banda Aceh, Jirin Capah, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Jumat, 23 Desember 2016 petang.

Jirin tidak mempermasalahkan apabila ada putra barat Selatan yang terlibat mendukung salah satu kandidat Walikota Banda Aceh. Namun dia mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama orang banyak untuk kepentingan pribadi.

“Itu sah-sah saja dalam alam demokrasi. Tetapi, perlu diingat, jangan sekali-kali bawa nama orang banyak untuk kepentingan pribadi,” kata Jirin.

Dia mengajak pemuda se-Aceh, khususnya pemuda barat selatan, untuk mendukung kandidat kepala daerah bukan karena ego sektoral.

“Memang kita lihat selama ini, mayoritas warga barat selatan di Banda Aceh mendukung Aminullah-Zainal, kecuali ada kepentingan atau hubungan tertentu dengan kandidat lain. Namun, perlu kita bersikap lebih bijak agar tidak memunculkan opini yang bukan-bukan, apalagi selama ini yang bersangkutan terlihat sangat jarang berkumpul dengan kawan-kawan pemuda barat selatan lainnya yang ada di Banda Aceh. Makanya saya agak terkejut, saya saja yang merupakan mantan ketua paguyuban tidak mengenalnya,” ujar Jirin.

Jirin kemudian mengajak semua pihak agar dapat bersikap bijak dalam pelaksanaan pilkada.

“Jangan sampai gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Bangun rumah sendiri tanpa harus merusak dan mengganggu rumah orang lain, itu lebih bermartabat. Jangan memainkan propaganda sektoral karena panik politik,” tutur Jirin.

Hal senada disampaikan Sekretaris Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat (Ippelmabar) Banda Aceh, Hamdani. Dia mengatakan, ada delapan organisasi paguyuban kabupaten/kota pemuda di Banda Aceh dan ada puluhan paguyuban kecamatan di Banda Aceh. 

Organisasi-organisasi tersebut, menurutnya, tidak pernah menyatakan menolak ataupun mendukung salah satu pun kandidat secara kelembagaan.

“Jangan jual nama pemuda Barat Selatan untuk kepentingan pribadi, jelas ini murahan,” kata Hamdani.

Dia berharap agar kandidat dapat menasehati timnya supaya bertindak lebih bijak, tanpa menghalalkan segala cara. Apalagi, kata dia, memainkan propaganda murahan berorientasi kepada klaim semata.

“Ironisnya lagi jika seorang pemuda berafiliasi politik ke salah satu kandidat dengan menjual isu sektoral. Pemilih di Banda Aceh ini sudah sangat cerdas untuk memahami dinamika perpolitikan, jadi berjuanglah untuk merebut hati rakyat dengan cara-cara yang sehat,” kata Hamdami.

Hamdani mengaku rata-rata pemuda barat selatan sangat terbuka dan bersahabat dengan wilayah lainnya. 

“Untuk saat ini kita memaafkan kekhilafan yang dibuat oleh saudara kita, yang sedang larut dengan dinamika perpolitikan Banda Aceh. Kita berharap ke depan tidak melakukan hal yang serupa, agar tidak terjebak di lubang yang sama. Kita mengimbau kepada walikota dan timnya, agar dapat berkampanye dengan cara yang sehat dengan tindakan nyata bukan sebatas retorika semata,” katanya. []