LHOKSEUMAWE – Dosen Komunikasi Fisip Universitas Darma Wangsa, Medan, Sumatera Utara, Dr. Budiman Purba, MAP., berbagi tips untuk masyarakat Aceh dalam memilih calon kepala daerah. Menurut Budiman, dalam memilih calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Walikota pada pilkada 2017, penting diperhatikan beberapa hal.
Di antaranya, kata Budiman, kapabilitas atau kemampuan pasangan calon (paslon) dalam kepemimpinan dan track record (rekam jejak)-nya. Akseptabilitas atau sejauh mana sosok paslon itu diterima dalam kehidupan bermasyarakat.
Kompatibilitas, yaitu kemampuan menerjemahkan pesan baik yang datang dari atas maupun dari bawahan atau masyarakat. Kemudian menyalurkan kembali pesan itu kepada masyarakat sehingga masyarakat memahami apa yang dimaksud, ujar Budiman.
Ditemui portalsatu.com usai memberi materi kuliah komunikasi di Pascasarjana IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Minggu, 26 September 2016, Budiman melanjutkan, “Terpenting diketahui dalam tiga poin itu adalah track record calon pemimpin.”
Menurut Budiman, mestinya penyelenggara pilkada atau Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Aceh memublikasikan track record para paslon gubernur/wagub, bupati/wabup dan wali kota/wakilnya.
Dengan dipublikasikan track record, kata Budiman, masyarakat akan mudah memilih calon pemimpinnya ke depan.
“Jadi, maksud track record di sini bukan hanya memublikasikan latar belakang pendidikaan dan karir paslon. Terpenting adalah rekam jejak paslon secara menyeluruh, termasuk berapa kali ia masuk penjara dan karena apa? Berapa jumlah (uang negara/daerah) yang ia korupsi? Dan hal-hal penting lainnya, ujar Budiman Purba.[]


