Bulan ini merupakan bulan ibadah. Kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw., harus mempergunakan kesempatan emas ini dengan meningkatkan amal ibadah. Salah satunya ber-shalawat (selawat). Sangat banyak corak dan jenis selawat. Di antaranya selawat al-Munjiyat. Sangat tepat di bulan Ramadhan (Ramadan) untuk memperbanyak selawat ini. Bahkan sangat besar fadhilah dan kelebihan selawat al-Munjiyat ini.

Bunyi selawat tersebut adalah:

“ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALAATAN TUNJIINAA BIHAA MIN JAMII ‘IL AHWAALI WAL AAFAATI WATAQDHI LANAA BIHAA JAMII ‘ALHAAJAATI WATU THAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII ‘ISSAYYI-AATI, WATAR FA ‘UNAA BIHA ‘INDAKA A’LADDARAJAATI WATUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MINJAMII ‘IL KHAIRAATI FIL HAYAATI WABA’DAL MAMAATI INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR”.

Artinya:
“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat. Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Keutamaan dan kelebihan selawat al-munjiyat

Selawat munjiyat artinya selawat penyelamat. Selawat ini mengandung khasiat yang sangat besar dan sudah masyhur dan sudah pernah dipraktekkan Syech Musa Al Dlarir. Beliau mendapat selawat itu dari Nabi Saw., dalam mimpinya. Pada suatu hari Syech Musa pergi naik kapal bersama orang banyak, tiba-tiba muncul angin yang hebat hingga kapal nyaris tenggelam karena diterpa ombak yang begitu dahsyat. Para awak kapal dan penumpangnya bingung dan berpikir bagaimana supaya dapat selamat.

Dalam keadaan seperti itu Syech Musa terasa mengantuk berat sampai tidak bisa ditahan hingga tertidur. Dalam tidurnya Syech Musa bertemu Nabi Saw., dan diberi amalan selawat munjiyat dan berharap diajarkan kepada penumpang kapal untuk membaca 1.000 kali.

Setelah Syech Musa terjaga dari tidurnya menceritakan mimpinya kepada para penumpang kapal dan mengajari selawat tersebut. Kemudian secara bersama membaca selawat munjiyat yang diajarkan tadi. Belum sampai 1.000 kali, baru kira-kira 300 kali, karena pertolongan Allah, angin semakin lama makin reda sehingga kapal tidak tenggelam dan penumpang diberi keselamatan oleh Allah SWT. 

Dibaca 41 kali saat lahirnya seorang anak, insya Allah anak itu kelak akan menjadi orang besar lagi saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, patuh kepada nasihat orang tua atau guru serta menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Dibaca 40 kali setelah salat fardhu (fardu), akan dapat menghilangkan kesusahan, mempermudah semua pekerjaan dan urusan, membuka dan meluaskan rezeki, menerangkan hati, meninggikan pangkat dan derajat, dan membuka pintu kebaikan dan dapat menolak atau menghindar bencana, musibah dalam bentuk apa pun.

Setidaknya dengan kelebihan dan keutamaan selawat tersebut terlebih di bulan Ramadan ini dapat kita raih dan amalkan fadhilah itu dengan mengamalkannya baik di bulan ibadah ini maupun setelahnya dalam menggapai keridaan  dan kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad Saw dan Allah SWT.[]

(Sumber: Kitab Afdhalus Shalawatu ‘ala Sayyida Saddah karangan Asy-Syeikh Yusuf Isma’il An-Nabhani)