LHOKSEUMAWE – Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh menggelar pawai akbar dalam rangka memperingati Haul tiga tahun wafatnya Almukarram Syaikhuna Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua), Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh.

Rombongan pawai itu dilepas oleh Kapolres Lhokseumawe diwakili Kapolsek Muara Dua Iptu Rony dan Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafii Aceh saat ini Tgk. Ahmad (Abon Banda Dua) serta Waled Isa di depan Pendopo Tarbiyah, Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe Jumat, 19 Juli 2024. Ikut hadir Kepala Puskesmas Kandang, Jufri, SKM.

Dari Pendopo Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i, para jamaah mengendarai sepeda motor dan mobil melakukan pawai ke Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih (Malikussaleh) di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Malikussaleh merupakan peletak fondasi sekaligus Sultan pertama Kerajaan Islam Samudra Pasai yang menyebarkan agama Islam di Nusantara hingga kawasan Asia Tenggara pada abad ke-7 Hijriah/13 Masehi.

Setelah berziarah dan berdoa di Makam Sultan Malikussaleh, rombongan pawai melanjutkan pawai ke seputaran Kota Lhokseumawe.

Abon Banda Dua mengatakan pawai ini dilaksanakan sebagai wasilah rasa takzim jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i kepada Syaikhuna Abati H. Usman Ibni Abdillah. “Untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam mengembangkan ilmu Allah SWT dan membantu pemerintah dalam upaya memperbaiki moral dan akhlak rakyat”.

“Karena dasar Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i ini dari Sultan Malikussaleh, yang dilanjutkan oleh Syiah Kuala sampai kepada Tuanku Raja Keumala dan Abu Hasan Krueng Kale serta muridnya, yang bertujuan untuk membawa ilmu agama kepada rakyat supaya rakyat tidak hidup dalam kejahilan,” ujar Abon Banda Dua.

“Tarbiyah Islamiyah satu pimpinan dan satu acuan, yang akan diserahkan kepada pemerintah untuk dijalankan, karena pemerintah punya kuasa penuh. Yang dikatakan pemerintah adalah punya rakyat dan kuasa penuh untuk diperintahkan rakyatnya,” tambah Abon Banda Dua.[](red)