LHOKSEUMAWE – Mengantisipasi kerusuhan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti yang terjadi di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sejumlah personel gabungan TNI Polri di Lhokseumawe melakukan penjagaan Vihara Budha Tirta di Pusong Lama, Banda Sakti, Lhokseumawe, untuk menghindari terjadinya hal yang sama malam tadi, Sabtu, 30 Juli 2016.

Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono kepada wartawan mengatakan, pengamanan sekaligus ?komunikasi sosial digelar dengan para etnis Tiongha di Lhokseumawe untuk antispasi kejadian seperti di Tanjung Balai agar tidak berimbas ke Provinsi Aceh khususnya Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.      

“Sebelumnya kita juga telah melakukan komunikasi dengan tokoh agama Islam di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sementara kegiatan komsos dengan warga Tiongha dalam rangka memberikan kenyamanan bagi warga Tiongha,” kata Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono.     

Eka Oktavian menambahkan, kegiatan maupun kedekatan juga dibangun dengan seluruh pemuka maupun tokoh agama di Wilayah kerja Kodim 0103 Aceh Utara. Dirinya mengimbau kepada penganut, atau tokoh pemuka lintas agama di Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan.      

“Dalam hal mencegah kejadian berbau SARA, kita juga mempunyai Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB)?. Kita harap selalu intens berkomunikasi serta kita harap masyarakat muslim maupun non muslim agar tidak terprovokasi dengan berita-berita yang mengandung SARA. Hal ini untuk mewujudkan kerukunan dan keamanan yang kondusif di bumi Aceh ini,” kata Eka Oktavian.[](ihn)