NEW YORK – Fleksibilitas adalah kunci CEO Imax, Richard Gelfon mampu membawa perusahaan yang dililit utang dan kinerja menurun untuk berbalik meraih keuntungan.
“Risiko Tinggi maka imbalannya akan tinggi itu adalah kata-kata kunci dalam hidup. Benar-benar ada kurva risiko-kesuksesan dalam hidup. Jika Anda tidak menggambil risiko maka sulit untuk mencapai puncak,” demikian Gelfon mengungkapkan prinsip hidupnya.
Gelfon mengambil jalan karier yang jarang kalangan profesonal lalui. Kariernya dimulai dari pekerja sebagai staf di Pengadilan Banding. Setelah itu dia hinggap bank investasi sebelum menakhkodai Imax.
IMAX Corporation adalah produsen proyeksi film yang mampu menampilkan gambar dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar dari film konvensional. Imax sejak akhir 2013 dan sudah memiliki 837 perwakilan di 57 negara.
“Jangan terlalu hati-hati, mengikuti arus dan menjaga mata Anda untuk selalu terbuka pada setiap kesempatan. ANda harus melihat peluang terbaik untuk jangka pendek yang akan membawa Anda ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.
Kunci sukses, lanjutnya, adalah memiliki beragam pengalaman dalam hidup. “Salah satu masalah adalah ketika Anda menjalani hidup di suatu tempat maka akan sulit bergerak. Jadi dibutuhkan keberanian untuk berkembang,” paparnya.
Mereka yang meniti karier dengan sukses belum tentu orang yang terpandai di bidangnya. Gelfond masih ingat ketika meninggalkan kariernya di bank investasi dan bergabung ke Imax. Dia banyak menghabiskan waktu di bioskop dan bekerja di beberapa perusahaan yang berhubungan dengan dunia film.
“Anda tidak dapat menjalankan bisnis kecuali Anda benar-benar tahu cara kerjanya dari akar rumput. Jika Anda berpikir Anda tahu industri lain, Anda mungkin salah. Anda harus berputar balik dan benar-benar belajar apa yang Anda lakukan dengan pikiran yang terbuka,” ungkapnnya seperti mengutip cnbc.com.
Profesional sukses pasti memiliki pembimbing atau idola atau mentor. Geflond mengungkapkan mentornya adalah Max Rosenn, hakim di pengadilan banding saat dia magang setelah selesai dari kuliah hukum. Rosenn yang 30 tahun lebih tua dari Geflond, mengenalkan beberapa ilmu sederhana namun sangat berharga.
Jawablah setiap ada panggilan telepon dan komitmen untuk beramal. Geflond mengatakan dia mencoba menerapkan di Imax dengan menjelaskan rahasia bisnis kepada kepala stafnya.
Berkarier di salah satu perusahaan bidang hiburan top dunia bukan hal mudah baginya. Pada 15 tahun lalu, Imax memiliki beban utang US$250 juta. Kondisi keuangannya ternyata tidak ada arus kas, hanya mengandalkan beberapa film dan harga sahamnya pun hanya 55 persen. Rasanya untuk membuat menjadi menguntungkan sangat mustahil.
Tetapi Geflon meyakini satu-satunya pendekatan dalam setiap situasi adalah memecahkan satu langkah dalam satu waktu.
“Jika Anda kehilangan cara pada langkah ke 35 pada babak pertama Anda tidak tahu bagaimana mencetak pon ke 36. Anda bisa mencari cara untuk mencetak 7 poin. Kemudian Anda hanya kehilangan sebesar 28 poin.”
Ibaratnya dia melakukan pendekatan satu kaki ke depan untuk memoles harga sahamnya. Saham Imax saat itu di kisaran US$4,45 per lembar per I April 2009. Namun sekarang harga saham perusahaan tersebut sudah menjadi US$32 per lembar atau meningkat lebih dari 500 persen.
Ketika Geflon menerima Academy Award mewakili Imax tahun 1997, sudaranya terkejut. “Saudara saya berkata kepada saya, saya pikir kesempatan yang sama yang Anda akan menangkan Heisman Triphy,” kata Geflon sambil tertawa. “Saya pikir itu penilaian meskipun Anda harus konsisten tidak keluar dari prinsip Anda. Anda harus fokus terhadap peluang di depan mata.”[]:Sumber:inilah.com


