LHOKSUKON – PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) mensosialisasikan cara penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dan mantri tani di Gampông Cot Manyang, Kemukiman Matang Linga, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Rabu, 1 Mei 2016. Kegiatan itu dilakukan terkait keluhan kelangkaan pupuk di kecamatan tersebut sejak satu bulan terakhir.
“Kami datang atas permintaan geuchik, petani dan masyarakat terkait keluhan terjadinya kelangkaan pupuk di Baktiya. Padahal sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kecamatan (RDKK) kami sudah menyalurkan pupuk sesuai kebutuhan,” kata Hendri, Kepala Bidang Penyaluran Pupuk Bersubsidi PT PIM di lokasi.
Ia menyebutkan, dalam pertemuan pihaknya telah menjelaskan prosedur penyaluran pupuk yang sebenarnya. Di sini PT PIM siap menyuplai pupuk sesuai permintaan petani, bahkan empat kali lipat dari sebelumnya juga tidak masalah. Hal itu karena stok pupuk PT PIM lebih dari cukup.
Ia menambahkan, berdasarkan surat keputusan Bupati No 521/3/2016, jumlah pupuk yang harus disalurkan pihaknya kepada petani di Aceh Utara meliputi, pupuk urea (9.120 ton), pupuk SP-36 (2.700 ton), Pupuk ZA ( 640 ton), Pupuk NPK (4.300 ton) dan Pupuk organik (2000 ton).
“Kami mengimbau kepada seluruh petani agar memanfaatkan pupuk sesuai kebutuhan. Jangan diselewengkan atau dijual kepada petani sawit. Saya rasa jika dimanfaatkan sesuai kebutuhan, pasti akan mencukupi. Dalam hal ini pihak distributor juga jangan membingungkan petani. Harap menyalurkan sesuai yang dibutuhkan,” katanya.
Ketua Koordinator Petani Kemukiman Matang Linga, Diki Irawan membenarkan pihaknya meminta perwakilan PT PIM turun ke lokasi terkait langkanya pupuk di kecamatan tersebut sejak satu bulan terakhir.
“Di Kemukiman kami terdapat 24 desa dengan luas sawah mencapai 5.480 Hektar area (Ha). Terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi itu adalah permasalahan serius bagi petani,” katanya.[](ihn)



