SIGLI – Sepanjang tahun 2015 silam, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pidie mencapai 216 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2014 silam, hanya 116 kasus hingga akhir Desember.
Kaepala Bidang Pengedalian Masalah Kesehatan (PMK) dr Dwi Wijaya mengatakan, angka tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan petugasnya dari semua kecamatan di Kabupaten Pidie.
Masyarakat sekarang tidak lagi melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan, sehingga nyamuk mudah berkembang biak, katanya kepada portalsatu.com, Jumat 16 Januari 2016.
Dwi mengaku pihaknya terus mensosialisasikan tentang penyakit berbahaya kepada masyarakat, termasuk DBD.
Kami mengajak masyarakat untuk mencegah penyakit tersebut dengan gotong royong membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah dan genangan air yang dapat dijadikan nyamuk berkembang biak, katanya.
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian di antaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.
Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.[](tyb)



