BANDA ACEH – Pelajar Islam Indonesia Perguruan Tinggi (PII PT) Banda Aceh, membentuk beberapa komunitas, di antaranya Komunitas Bahasa, Komunitas Kaligrafi, Komunitas Jurnalis, dan Komunitas Tahsin dan Tahfiz Alquran, pada 18 Desember 2016.
Ketua PII Perguruan Tinggi Banda Aceh, Agam mengatakan, pembentukan komunitas tersebut merupakan suatu langkah awal dilakukan untuk menghasilkan generasi-generasi Islam yang berkopoten.
Ia menilai, hari ini sedikit generasi-generasi Islam yang memiliki bakat di dalam beberapa bidang di atas, sehingga mungkin hari ini itu yang membuat orang-orang Islam tertinggal di bandingkan dengan orang-orang lain. Maka daripada itu, aktanya, PII ingin mengambil bagian di dalam mengubah pola tersebut.
“Oleh karenanya hari ini kita harus mengubah pola-pola tersebut, karena pola-pola tersebut telah membuat Islam tertinggal, Kita masih teringat dengan kisah tokoh-tokoh Islam terdahulu, seperti Ibu sina, Al farabi, yang mana mereka merupakan sebagian daripada beberapa sosok-sosok yang telah mengharumkan Islam, katanya, dalam siaran pers.
Agam Ramadhan mengaku optimis apabila generasi-generasi muda Islam ke depan bisa membuat Islam kembali dengan karya-karya mereka, akan banyak lagi sosok seperti Ibnu sina dan beberapa tokoh yang lainnya.
“Hanya saja, hal tersebut baru bisa kita peroleh lewat kerja keras yang kita lakukan hari ini,” katanya.[]


